Ustadz dan Ustadzah PontrenMu Saning Bakar Ikuti Pelatihan Penerapan Kurikulum Cinta bagi Guru Madrasah Muhammadiyah se-Kabupaten Solok

Ustadz dan Ustadzah PontrenMu Saning Bakar Ikuti Pelatihan Penerapan Kurikulum Cinta bagi Guru Madrasah Muhammadiyah se-Kabupaten Solok

Redaksi

Bukit Kili, 16 September 2025 .SumbarMaju – Ustadz dan Ustadzah Pondok Pesantren Muhammadiyah Saning Bakar mengikuti Pelatihan Penerapan Kurikulum Cinta yang digelar di MTs Muhammadiyah Bukit Kili. Kegiatan ini diikuti oleh guru-guru madrasah Muhammadiyah se-Kabupaten Solok sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan berbasis nilai-nilai cinta.

Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang menjadi fokus pelatihan memiliki lima topik utama, yaitu:


1. Cinta Allah SWT dan Rasul-Nya – menanamkan keimanan dan ketaqwaan sebagai dasar karakter.



2. Cinta Ilmu – mendorong semangat belajar dan pengembangan diri.



3. Cinta Lingkungan – membentuk kesadaran peserta didik akan pentingnya menjaga alam.


4. Cinta Diri dan Sesama Manusia – membangun sikap saling menghargai dan empati.



5. Cinta Tanah Air – menumbuhkan rasa patriotisme dan tanggung jawab sosial.



Kepala Sekolah MAM Saning Bakar, Andi Asmar, S.Pd.I, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk menanamkan nilai-nilai positif sejak dini. Menurutnya, pendidikan bukan hanya soal mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk karakter peserta didik agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia, peduli terhadap lingkungan, dan memiliki rasa cinta tanah air.


“Melalui Kurikulum Berbasis Cinta, kami berharap para santri dapat tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berbudi pekerti luhur, dan memiliki kepedulian sosial. Ini bukan sekadar teori, tetapi harus diterapkan dalam keseharian di madrasah dan pondok pesantren,” ujarnya.


Pelatihan ini juga memberi kesempatan bagi para guru untuk berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam penerapan KBC di madrasah masing-masing. Peserta dilatih bagaimana mengintegrasikan nilai cinta dalam setiap mata pelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, hingga kegiatan keagamaan sehari-hari.


Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan sinergi antara guru, kepala madrasah, dan pengelola pondok pesantren dalam menanamkan nilai-nilai positif pada santri. Dengan demikian, diharapkan generasi penerus bangsa tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter Islami, peduli lingkungan, dan mencintai tanah air.


Kepala Sekolah menambahkan, keberhasilan pendidikan berbasis cinta akan sangat bergantung pada konsistensi guru dalam menerapkan kurikulum ini, sehingga nilai-nilai yang diajarkan dapat benar-benar meresap dalam diri peserta didik.


“Semoga ilmu yang diperoleh dalam pelatihan ini dapat langsung diimplementasikan di MAM Saning Bakar, sehingga lahir generasi yang cinta ilmu, cinta kebaikan, dan cinta kehidupan yang diridai Allah SWT,” tutup Andi Asmar, S.Pd.I.( Yef )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar