Sumbarmaju.com– Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, M.M., Dt. Tan Batuah, meninjau langsung lokasi hulu sungai sekaligus sumber longsor di Jorong Kuok III Koto, Nagari Matua Mudiak, Kecamatan Matur, Minggu (4/1/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk menelusuri dua hulu sungai yang menyatu dan mengalir ke sebuah torehan besar, yang diduga kuat menjadi penyebab terjadinya banjir bandang di Sungai Pisang beberapa waktu lalu.
Usai peninjauan, Bupati Agam menjelaskan bahwa torehan tersebut menjadi jalur aliran air yang membawa material longsor hingga menyebabkan banjir di wilayah hilir.
Meski demikian, ia bersyukur karena tidak ada rumah warga yang hanyut akibat bencana tersebut.
“Alhamdulillah, masyarakat di sekitar lokasi tinggal di punggung gelombang tanah, sehingga tidak ada rumah yang terdampak langsung,” ujar Benni Warlis.
Namun demikian, Bupati Agam tetap mengimbau masyarakat yang berada di sekitar punggung gelombang tanah agar segera mengungsi ke tempat yang lebih aman sebagai langkah antisipasi terhadap potensi longsor susulan.
Ia juga berharap curah hujan tidak kembali meningkat agar tidak memicu bencana lanjutan.
Selain itu, pemerintah daerah akan segera melaksanakan langkah -langkah mitigasi bencana agar akses jalan yang terisolasi dapat kembali dibuka.
Dalam kesempatan tersebut, Benni Warlis menyampaikan bahwa para pengungsi diimbau untuk menempati hunian sementara (huntara) yang telah disediakan.
Pemerintah Kabupaten Agam juga menyiapkan bantuan Dana Tunai Hunian (DTH) yang disalurkan berbasis data kependudukan by name by address.
“Kebijakan ini dirancang untuk memastikan hak-hak korban terpenuhi secara adil, terukur, dan akuntabel selama masa transisi darurat,” tegasnya.
Diketahui, Jorong Kuok III Koto, Nagari Matua Mudiak, Kecamatan Matur, dihuni oleh 13 kepala keluarga dengan jumlah penduduk sebanyak 36 jiwa. Sambil para pengungsi menempati hunian sementara, pemerintah daerah juga akan membangun hunian tetap bagi warga terdampak.-(Syafrianto)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar