LIMAPULUH KOTA — Sejumlah tokoh masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota mendatangi Bupati, Wakil Bupati, dan DPRD setempat pada Jumat (13/2/2026) pagi. Pertemuan tersebut disebut sebagai agenda silaturahmi rutin tahunan sekaligus forum penyampaian masukan terkait isu sosial kemanusiaan dan dinamika politik daerah.
Rombongan terdiri dari aktivis kemanusiaan dan sosial yang tergabung dalam Palanta Aksi Kemanusiaan dan Sosial (PakSa), pengurus Yayasan IBRATAMA, serta unsur organisasi keagamaan seperti NU, MUI, dan DMI. Kehadiran mereka disambut terbuka oleh jajaran pemerintah daerah.
Ferizal Ridwan selaku Presidium PakSa sekaligus Ketua Yayasan IBRATAMA mengatakan, silaturahmi ini menjadi wadah komunikasi antara tokoh masyarakat dan pimpinan daerah. Selain mempererat hubungan, pertemuan tersebut juga dimanfaatkan untuk menyampaikan berbagai pandangan terkait kondisi sosial dan perkembangan politik di daerah saat ini.
Menurut Ferizal, dialog semacam ini penting agar pemerintah daerah memperoleh masukan dari berbagai elemen masyarakat.
"Karena kami menilai kolaborasi antara pemerintah dan tokoh masyarakat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas serta mendorong pembangunan daerah," kata Ferizal Ridwan.
Deni Asra, mantan Ketua DPRD sekaligus Ketua Partai Gerindra Limapuluh Kota, menyampaikan bahwa pihaknya memberikan dukungan dan masukan strategis terkait visi pembangunan daerah oleh pasangan kepala daerah saat ini. Ia menegaskan kesiapan selaku masyarakat untuk ikut berkontribusi melalui pemikiran dan jaringan yang dimiliki.
Hal senada disampaikan H Ismardi BA, mantan Ketua DPRD periode 2004–2009. Ia berharap pemerintah daerah mampu merangkul seluruh potensi masyarakat, baik di kampung maupun di perantauan, terutama dalam menghadapi dinamika politik dan tantangan krisis yang berkembang.
Terkait isu liar yang sempat beredar beberapa hari terakhir ini, Ismardi mengajak masyarakat untuk tidak terprovokasi menyebarkan informasi yang bisa saja menimbulkan kegaduhan di ruang publik. Apalagi di era kecanggihan teknologi IT dan AI saat ini. Situasi tersebut, katanya, musti juga menjadi pelajaran agar masyarakat lebih waspada agar tidak menjadi "korban" oleh pihak-pihak tertentu.
Ketua DMI Limapuluh Kota, Buya Akmul DS, mengajak semua elemen masyarakat supaya jangan cepat memvonis dan berspekulasi negatif atas isu yang berkembang di media sosial, sebelum memastikan kebenaran dan keabsahan suatu informasi.
"Tentunya agama kita selalu mengajarkan agar kita selalu bertabayun. Bisa jadi beliau korban dan setiap musibah itu adalah ujian. Apalagi seorang kepala daerah yang memegang jabatan politik, biasanya semakin tinggi pucuk kayu, akan semakin besar angin menerpa," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, para tokoh turut memberi dukungan serta semangat kepada bupati dan keluarga, agar tidak merasa terganggu secara politik dalam menjalankan amanah masyarakat yang sedang dijalankan.
"Kita berikan dukungan penyemangat dan do'a agar beliau tetap kuat dan semangat. Mari kita jadikan ini sebagai refleksi bersama agar lebih berhati-hati di masa mendatang," ajaknya.
Pandangan serupa disampaikan Buya Sudirman Sair, pembina Pondok Pesantren Al Syadiah dan Dewan Syuro NU Limapuluh Kota. Ia menekankan bahwa setiap manusia tidak luput dari kesalahan, sehingga penting mengedepankan sikap saling memaafkan dan pembelajaran.
Ferizal Ridwan juga berharap Bupati, Wakil Bupati, dan DPRD tetap fokus menjalankan visi dan misi pembangunan daerah. Pihaknya juga mengajak semua pihak untuk sama-sama menjaga silaturahmi dan stabilitas politik demi kondusifitas daerah, apalagi menjelang masuknya bulan suci Ramadhan.
Ia memuji sinergi kepala daerah dan wakilnya yang dinilai saling melengkapi, sekaligus menegaskan komitmen tokoh senior untuk tetap memberikan kritik dan saran yang konstruktif.
"Bupati dan Wakil Bupati menyatakan terbuka terhadap masukan, kontrol, serta nasihat dari para tokoh masyarakat demi kemajuan Limapuluh Kota," lanjut Ferizal Ridwan.
Dalam pertemuan menjelang Ramadan itu hadir sejumlah tokoh, di antaranya Ferizal Ridwan, Deni Asra, H Ismardi, Buya Akmul DS, Buya Sudirman Sair, Hafnizal Oyong, Eri Ramli, Edison Sumar, Syahrisman Dt Iyang, Khairul Apit, Desmar Ayudi, Drs N Ben Yuza, serta Budi Febriandi. Selain itu turut hadir sejumlah wartawan Luak Limopuluah.
Setelah pertemuan dengan kepala daerah, para tokoh berkunjung ke kantor DPRD Limapuluh Kota. Namun diskusi bersama DPRD hanya bisa dilakukan secara daring, karena anggota DPRD diinformasikan sedang berada di luar daerah.
Pimpinan DPRD menyampaikan apresiasi atas kunjungan para tokoh yang dinilainya sebagai bentuk perhatian dan kepedulian terhadap pembangunan daerah. (Red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar