Sorotan Media, Proyek Normalisasi Sungai di Solok Diduga Bermasalah

Sorotan Media, Proyek Normalisasi Sungai di Solok Diduga Bermasalah

Redaksi

Sumbarmaju. Com, Saniang Bakar, Kab. Solok – Proyek normalisasi sungai pasca bencana di sejumlah nagari di Kabupaten Solok mendapat sorotan media pada Senin (09/03/2026). Proyek yang dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk tersebut diduga tidak berjalan sesuai spesifikasi serta memunculkan berbagai keluhan dari masyarakat setempat.

Sorotan muncul setelah warga di beberapa nagari seperti Saniang Bakar, Muaro Pingai, Paningahan hingga Nagari Koto Sani menyampaikan kekecewaan terhadap kualitas pekerjaan pemasangan bronjong di sepanjang aliran sungai. Warga menilai pemasangan batu pada bronjong tidak maksimal karena lebih banyak menggunakan batu berukuran kecil.

Masyarakat khawatir konstruksi tersebut tidak cukup kuat untuk menahan arus sungai ketika banjir terjadi. Kekhawatiran itu semakin menguat karena sebagian pekerjaan di lapangan sempat terhenti.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, sejumlah pekerja kuli pemasangan bronjong memilih menghentikan pekerjaan karena belum menerima upah dari pihak pelaksana proyek. Kondisi ini menyebabkan aktivitas proyek di beberapa titik mengalami mogok kerja.


Selain persoalan upah pekerja, masyarakat juga menyoroti penggunaan batu dari lokasi sekitar sungai tanpa adanya kompensasi kepada nagari. Sejumlah tokoh masyarakat menilai batu lokal merupakan aset nagari yang seharusnya tidak dimanfaatkan tanpa kesepakatan yang jelas dengan masyarakat.


Menanggapi hal tersebut, pihak pengawas lapangan dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk menjelaskan bahwa penggunaan batu kecil bertujuan untuk mengisi rongga bronjong agar lebih padat. Sementara terkait batu dari lokasi setempat, pihak pelaksana menyebut tidak ada penggantian biaya karena material tersebut berasal dari sekitar area proyek.


Polemik ini membuat masyarakat mendesak pemerintah daerah untuk segera turun tangan. Warga berharap Pemerintah Kabupaten Solok maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek tersebut agar pembangunan normalisasi sungai benar-benar sesuai spesifikasi dan mampu melindungi masyarakat dari ancaman banjir di masa mendatang. (A.R)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar