Solok, Saniangbaka.SumbarMaju.com — Warga Nagari Saniang Baka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, menyambut gembira dimulainya pembangunan Jembatan Balai Lalang.
Proyek ini terealisasi berkat kepedulian Ustad Deri Sulaiman bersama Willy Salim, konten kreator nasional, yang langsung membantu proses pengerjaan mulai Jumat (3/4/2026).
Bagi masyarakat, jembatan ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan urat nadi kehidupan sehari-hari.
Selama jembatan lama hanyut diterjang banjir dan galodo akhir 2025 lalu, warga terpaksa menempuh jalur alternatif yang jauh dan berisiko.
Anak-anak harus menempuh jarak lebih panjang ke sekolah, pedagang kesulitan mengantar dagangan, dan kegiatan sosial warga menjadi terganggu.
Salah seorang warga, Maizarman Chai, yang kebetulan menyaksikan pengerjaan jembatan, menyampaikan rasa senang dan sumringah.
“Seandainya jembatan ini selesai, kami membayangkan aktivitas masyarakat bisa kembali normal. Tidak lagi harus berbelok melewati pekarangan warga. Ini benar-benar meringankan hidup masyarakat,” ujarnya.Minggu, 5/4/2026.
Selain itu, pembangunan jembatan membawa harapan baru bagi perekonomian masyarakat. Warga yang sebelumnya sulit menjangkau pasar dan tempat kerja kini bisa kembali beraktivitas dengan lancar. Beberapa usaha kecil bahkan mulai merencanakan pengiriman barang lebih efisien setelah jembatan selesai.
Salah seorang warga masyarakat yang juga tokoh pendidik sekaligus awak media, Yefrimon. S. Ag, memantau pengerjaan jembatan dan berbincang dengan pengawas, Sigit dan Ciwi. Ia berharap pelaksanaan proyek selama 40 hari kalender berjalan normal dan lancar. “Mudah-mudahan cuaca mendukung agar pengerjaan bisa selesai tepat waktu,” ujarnya.
Tokoh masyarakat Saniang Baka, Ismael Koto SH,yang juga Anggota DPRD Kabupaten Solok,Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Solok,menegaskan bahwa kehadiran jembatan adalah wujud nyata keberpihakan kepada masyarakat. “Bantuan ini sangat berarti bagi warga kita, Ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi menghidupkan kembali harapan masyarakat yang sempat terhenti, dan mari kita bersama saling menjaga kondisi lingkungan yang kondusif ” ujarnya.
Komitmen bantuan disampaikan langsung oleh Ustad Deri Sulaiman dan Willy Salim saat berbuka puasa Ramadhan lalu. “Ini janji kami kepada warga Saniang Baka. Jembatan ini harus kembali dibangun karena sangat dibutuhkan masyarakat,” kata Ustad Deri Sulaiman.
Pengerjaan jembatan ditargetkan selesai dalam 40 hari kalender. Warga berharap dukungan dan doa masyarakat luas agar proyek berjalan lancar.
“Kami ingin jembatan ini selesai tepat waktu, supaya anak-anak bisa sekolah tanpa kesulitan, pedagang bisa berjualan, dan kehidupan nagari kembali normal. Ini harapan seluruh masyarakat,” kata seorang tokoh pemuda setempat.( Yef)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar