Sumbarmaju. Com, Kab. Solok — Momen pasca Idul Fitri 1447 H menjadi waktu yang penuh makna bagi rombongan perantau Minang asal Jambi yang kembali ke kampung halaman di Kabupaten Solok. Di bawah pimpinan Hj. Yulma Erita, perjalanan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga menjadi pengalaman emosional yang membangkitkan rasa bangga akan tanah kelahiran.
Setelah puluhan tahun merantau, rombongan yang berasal dari Nagari Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti, dibuat terpukau oleh keindahan alam Sumatera Barat yang tetap asri dan menawan. Hamparan sawah hijau, udara sejuk pegunungan, serta aliran sungai yang jernih menghadirkan suasana damai yang sulit ditemukan di perantauan.
“Rasanya sangat berbeda. Keindahan kampung halaman tidak pernah berubah, bahkan kini semakin memikat,” ungkap Yulma Erita penuh haru, pada Sabtu (04/04/2026).
Dalam kunjungan tersebut, rombongan turut didampingi Masriwal bersama keluarga besar. Mereka menyempatkan diri mengunjungi sejumlah destinasi wisata unggulan di Ranah Minang seperti Kelok Sembilan, Jam Gadang, Kota Padang Panjang, hingga keindahan Danau Singkarak dan Danau Kembar. Panorama kebun teh serta kabut pagi di Gunung Talang semakin memperkuat kesan mendalam selama perjalanan.
Rombongan ini juga diisi oleh sejumlah tokoh akademisi dan profesional, di antaranya Apriani Hernida, Darmuji Jais, serta Rina Apriani bersama keluarga dan generasi muda.
Dalam perbincangan dengan media, Yulma Erita menyoroti potensi besar daerah asalnya. Ia menyebut Nagari Sungai Nanam sebagai salah satu sentra bawang merah terbesar di Sumatera Barat yang memiliki peluang besar dikembangkan menjadi kawasan wisata agro dataran tinggi.
“Beragam komoditas seperti cabai, tomat, kentang, wortel hingga stroberi bisa menjadi daya tarik wisata. Jika didukung perbaikan infrastruktur jalan dan irigasi, kawasan ini akan semakin diminati wisatawan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kawasan Alahan Panjang memiliki keunggulan tersendiri dengan udara dingin, danau yang indah, serta kuliner khas seperti lamang hitam yang gurih dan menggugah selera.
Lebih jauh, Yulma Erita menegaskan komitmen para perantau untuk ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah. “Kami bangga menjadi bagian dari Ranah Minang. InsyaAllah akan terus mempromosikan dan mendukung kemajuan kampung halaman,” ujarnya.
Sementara itu, Masriwal mengingatkan pentingnya menjaga hubungan antara ranah dan rantau. Ia berharap para perantau Minang tidak melupakan asal-usul serta terus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Sumatera Barat bukan hanya tempat asal, tetapi juga memiliki potensi luar biasa yang harus dijaga bersama. Sinergi antara ranah dan rantau selama ini sudah terjalin baik dan harus terus ditingkatkan,” ungkapnya.
Kunjungan ini menjadi lebih dari sekadar pulang kampung. Bagi rombongan perantau, perjalanan ini adalah refleksi mendalam tentang identitas, kecintaan terhadap budaya, serta tanggung jawab untuk ikut menjaga dan membangun tanah kelahiran agar tetap lestari dan berkembang di masa depan. (A.R)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar