Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, Semangat Harkitnas Menggema di MTsN 2 Solok.

Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, Semangat Harkitnas Menggema di MTsN 2 Solok.

Redaksi

Solok, SumbarMaju.com — Semangat nasionalisme dan cinta tanah air menggema di lingkungan MTsN 2 Solok saat pelaksanaan upacara bendera memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Tahun 2026, Rabu (20/05/2026). 

Kegiatan yang berlangsung di lapangan madrasah tersebut berjalan tertib, khidmat, dan penuh semangat kebangsaan dengan pengurus OSIM dipercaya sebagai pelaksana upacara.


Momentum Hari Kebangkitan Nasional tahun ini menjadi pengingat penting bahwa kebangkitan sebuah bangsa tidak lahir dari kemewahan, tetapi tumbuh dari semangat persatuan, pendidikan, dan kesadaran generasi mudanya untuk menjaga masa depan negeri.

Bertindak sebagai pembina upacara, Hasan Basri, S.Ag membacakan pidato Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia yang mengangkat tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara.”

Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa generasi muda merupakan aset paling berharga bagi bangsa Indonesia. 


Anak-anak hari ini adalah pemimpin masa depan yang akan menentukan arah perjalanan bangsa. Karena itu, tunas bangsa harus dijaga dari pengaruh negatif yang dapat merusak moral, persatuan, dan semangat kebangsaan.


Hari Kebangkitan Nasional juga menjadi refleksi sejarah perjuangan bangsa Indonesia yang pernah bangkit dari keterpurukan melalui lahirnya organisasi Budi Utomo. Dari sana tumbuh kesadaran bahwa kemajuan bangsa hanya dapat diraih melalui persatuan, pendidikan, dan perjuangan bersama.


Di tengah perkembangan era digital saat ini, tantangan generasi muda dinilai semakin berat. Arus informasi yang begitu cepat tidak hanya membawa kemajuan, tetapi juga dapat menjadi ancaman apabila tidak disikapi dengan bijak. 


Penggunaan media sosial tanpa kontrol, maraknya informasi bohong, hingga lunturnya nilai sopan santun menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi dunia pendidikan.


Melalui momentum Harkitnas, siswa MTsN 2 Solok diingatkan agar tidak hanya cerdas dalam akademik, tetapi juga kuat dalam karakter dan akhlak. Pendidikan tidak cukup sekadar mengejar nilai, melainkan harus mampu membentuk generasi yang disiplin, bertanggung jawab, menghormati guru dan orang tua, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.


Dalam amanatnya juga disampaikan bahwa menjaga kedaulatan negara bukan hanya tugas aparat keamanan atau pemerintah semata. 


Kedaulatan bangsa juga ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Jika generasi muda rusak moralnya, lemah semangat belajarnya, dan kehilangan rasa persatuan, maka masa depan bangsa ikut terancam.


Karena itu, pelajar diminta menjadi generasi yang mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal positif, memperkuat literasi, menjauhi perpecahan, dan terus menumbuhkan budaya gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.


Pelaksanaan upacara yang dipercayakan kepada pengurus OSIM berlangsung sukses dan mendapat apresiasi dari majelis guru. Seluruh peserta upacara mengikuti kegiatan dengan penuh disiplin dan rasa hormat terhadap nilai-nilai perjuangan bangsa.


Suasana lapangan madrasah pagi itu dipenuhi semangat nasionalisme. Lagu-lagu kebangsaan yang berkumandang menjadi pengingat bahwa perjuangan menjaga Indonesia tidak boleh berhenti pada generasi terdahulu saja, tetapi harus terus dilanjutkan oleh generasi muda hari ini.


MTsN 2 Solok melalui momentum Hari Kebangkitan Nasional 2026 menegaskan komitmennya dalam membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter kuat, cinta tanah air, dan siap menjadi generasi penerus bangsa yang mampu menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Peringatan Harkitnas ini sekaligus menjadi ajakan bagi seluruh elemen pendidikan untuk bersama-sama menjaga dunia pendidikan dari berbagai pengaruh negatif. Sebab dari sekolah dan madrasahlah lahir tunas bangsa yang kelak menentukan maju atau mundurnya Indonesia di masa depan. ( Yef)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar