Sumbarmaju.com_Dandim 0304/Agam yang diwakili Kasdim 0304/Agam Mayor Inf. Rudi Saragih menghadiri Apel Siaga Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tingkat Provinsi Sumatera Barat yang digelar di Lapangan Sepak Bola Jambak Kubang, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam.
Dalam amanatnya, pembina apel menegaskan bahwa kebakaran hutan dan lahan masih menjadi ancaman serius yang berdampak pada lingkungan hidup, kesehatan masyarakat, perekonomian, serta citra daerah. Penyebab utama karhutla masih didominasi oleh aktivitas manusia, seperti pembukaan lahan dengan cara membakar, kelalaian penggunaan api, hingga pembakaran yang disengaja.
Sepanjang tahun 2025, tercatat lebih dari 110 kejadian karhutla di Sumatera Barat dengan luas terdampak lebih dari 1.450 hektare. Beberapa daerah seperti Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Solok, dan Kabupaten Agam bahkan sempat menetapkan status tanggap darurat bencana karhutla akibat meningkatnya titik panas dan kejadian kebakaran.
Memasuki tahun 2026, BMKG memprediksi musim kemarau datang lebih awal dan berlangsung lebih panjang, serta adanya indikasi fenomena El Nino yang berpotensi meningkatkan risiko karhutla.
Apel siaga ini menekankan pentingnya penguatan langkah pencegahan melalui patroli terpadu, deteksi dini hotspot, edukasi kepada masyarakat, serta penguatan koordinasi lintas sektor. Seluruh unsur juga diminta memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana dalam menghadapi potensi karhutla.
Adapun unsur undangan yang hadir dalam kegiatan ini, Kajati Sumbar diwakili Djamaluddin, S.H., M.H, Pangdam XX/TIB diwakili Kapoksahli DAM XX/TIB Brigjen TNI Beni Febrianto, Kapolda Sumbar diwakili oleh Kaporsta Bukittinggi (Kombe Pol Ruly Indra Wijayanto, para Bupati (Agam, Pasaman Barat, Pasaman, Lima Puluh Kota, Solok, Sijunjung, Dharmasraya, Pesisir Selatan), unsur Kementerian Kehutanan, Dinas dan BPBD Provinsi Sumbar, Dinas terkait Kabupaten Agam, TNI-Polri, Manggala Agni, UPTD KPH/KPHP se-Sumbar, camat dan wali nagari, serta perwakilan perusahaan (PT AMP Plantation, PT Palalu Raya, PT Minang Agro, PT Kamu) dan Masyarakat Peduli Api (MPA) Nagari Pasia Laweh.
Kegiatan juga dirangkaikan dengan simulasi penanggulangan karhutla oleh Satgas Dalkarhutla gabungan TNI, Polri, BPBD, Damkar, dan brigade kehutanan, penandatanganan komitmen bersama, penyerahan bantuan sarana prasarana, penanaman bibit pohon, peninjauan kesiapsiagaan brigade, serta peletakan batu pertama pembangunan Monumen Nagari Peduli.(Syafrianto)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar