Kota Solok.SumbarMaju.com — Komitmen menghadirkan program yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat terus diperkuat oleh Kementerian Agama Kota Solok bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Solok. Melalui pertemuan koordinasi dan silaturahmi, kedua lembaga sepakat memperkuat sinergi dalam pengelolaan dan pengembangan program zakat produktif di Kota Solok, Rabu, 20/5/2026.
Pertemuan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Solok, H. Amril bersama Penyelenggara Zakat dan Wakaf (Zawa) Yulfian serta staf Zawa Abrar Hakim. Kehadiran jajaran Kemenag disambut oleh Ketua Baznas Kota Solok, H. Zaini beserta pengurus lainnya.
Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat kebersamaan. Kedua pihak membahas berbagai langkah strategis guna memperkuat pelayanan umat, khususnya di bidang pengelolaan zakat, infak, dan sedekah agar semakin optimal dan tepat sasaran.
Salah satu fokus utama yang dibahas yakni pembaruan nota kesepahaman (MoU) serta Surat Keputusan Unit Pengumpul Zakat (UPZ).
Pembaruan tersebut dinilai penting untuk memperkuat legalitas sekaligus memperluas jaringan pengumpulan zakat di berbagai instansi dan lembaga pendidikan.
Melalui penguatan UPZ, diharapkan potensi zakat di Kota Solok dapat tergali lebih maksimal sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan. Kemenag dan Baznas juga menilai pengelolaan zakat yang profesional menjadi salah satu kunci dalam membangun kepercayaan publik.
Selain pembahasan administrasi kelembagaan, pertemuan tersebut juga membahas penguatan program bantuan produktif yang selama ini telah dijalankan Baznas. Program seperti bedah rumah bagi warga kurang mampu menjadi salah satu prioritas yang terus didorong keberlanjutannya.
Tak hanya itu, bantuan modal usaha untuk pelaku usaha kecil dan masyarakat kurang mampu juga menjadi perhatian bersama.
Program tersebut dinilai mampu membantu masyarakat membangun usaha mandiri sekaligus meningkatkan taraf perekonomian keluarga.
Kemenag Kota Solok menilai program zakat produktif harus terus diperkuat agar tidak hanya bersifat bantuan konsumtif semata, melainkan menjadi solusi jangka panjang dalam pemberdayaan ekonomi umat. Dengan demikian, zakat dapat benar-benar menjadi instrumen penguatan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pertemuan itu, program celengan Baznas dan tabungan madrasah turut menjadi bahan diskusi. Program tersebut dipandang efektif dalam menanamkan budaya berbagi dan kepedulian sosial sejak usia dini, khususnya di lingkungan madrasah.
Melalui program itu, para siswa tidak hanya diajarkan pentingnya menabung, tetapi juga dibiasakan untuk berbagi kepada sesama. Nilai-nilai kepedulian sosial dan semangat gotong royong diharapkan tumbuh kuat di kalangan generasi muda.
Satu gagasan menarik yang turut mengemuka yakni usulan pembentukan “Penyuluh Khusus Baznas”. Kehadiran penyuluh ini nantinya diharapkan mampu memperluas edukasi zakat kepada masyarakat sekaligus membantu pemetaan potensi zakat di berbagai wilayah Kota Solok.
Dengan adanya sinergi yang semakin kuat antara Kemenag dan Baznas Kota Solok, kedua lembaga optimistis program-program yang dijalankan akan semakin tepat sasaran, transparan, dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan umat. Kolaborasi tersebut juga menjadi wujud nyata komitmen bersama dalam membangun masyarakat yang lebih mandiri, peduli, dan sejahtera.( Yef)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar