Menjaga Ukhuwah, Alumni MAPK Koto Baru Bertemu dalam Hangatnya Kenangan Pengabdian.

Menjaga Ukhuwah, Alumni MAPK Koto Baru Bertemu dalam Hangatnya Kenangan Pengabdian.

Redaksi

Padang. SumbarMaju.Com — Waktu boleh terus berjalan, namun persahabatan yang dibangun dalam satu ruang perjuangan pendidikan tak pernah benar-benar hilang. Itulah yang tergambar dalam pertemuan penuh kehangatan sejumlah alumni MAPK Koto Baru yang berlangsung di Hotel Santika Padang, Kamis malam (21/05/2026).

Pertemuan sederhana itu berubah menjadi momen sarat makna, menghadirkan kembali kenangan masa belajar sekaligus mempererat ukhuwah yang telah terjalin sejak puluhan tahun silam.


Di tengah suasana hangat dan penuh kekeluargaan, para alumni mengenang kembali masa-masa ketika mereka ditempa bersama di MAPK Koto Baru Padang Panjang. Dingin udara kota santri itu menjadi saksi bagaimana mereka belajar, berjuang, dan tumbuh bersama di bawah bimbingan guru-guru yang membentuk karakter serta semangat pengabdian.

Salah seorang alumni, Dr. H. Afrizen, S.Ag., M.Pd, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar reuni biasa. 


Menurutnya, ada ikatan emosional yang begitu kuat karena mereka berasal dari “tungku” pendidikan yang sama yang telah membentuk jalan hidup masing-masing hingga hari ini.


“Bertahun-tahun lalu, di bawah dinginnya kota Padang Panjang, kita ditempa di tungku yang sama, mereguk ilmu dari guru yang sama di MAPK Koto Baru. Hari ini, takdir mempertemukan kita kembali membawa cerita dari jalan pengabdian yang berbeda,” ungkap Afrizen penuh haru.


Dalam pertemuan itu hadir sejumlah alumni yang kini mengabdikan diri di berbagai bidang pelayanan umat dan negara. Di antaranya Dr. H. Fuadi Nawawi, M.A, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Mentawai sekaligus tengah menyelesaikan pendidikan doktoralnya di UIN Imam Bonjol Padang.


Fuadi dikenal istiqamah dalam penguatan dakwah dan pendidikan keagamaan di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis cukup berat. Baginya, pengabdian di Mentawai merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan pelayanan keagamaan yang merata bagi masyarakat.


Hadir pula Dr. Fitriyel Hanif, M.A, yang kini mengemban amanah sebagai Hakim Tinggi di Mahkamah Agung Republik Indonesia. Dalam bidang hukum dan peradilan, ia terus menjaga integritas serta menjalankan tugas negara dengan penuh tanggung jawab dan profesionalitas.


Sementara itu, Dr. H. Abrar Munanda, M.A, saat ini dipercaya sebagai Kepala Bidang Penaiszawa Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat. Melalui bidang yang dipimpinnya, Abrar aktif mendorong penguatan layanan penerangan agama, zakat, dan wakaf di Sumatera Barat.


Adapun Dr. H. Afrizen, S.Ag., M.Pd sendiri kini berkhidmat di lingkungan Asrama Haji Padang. Dalam kesehariannya, ia melayani para tamu Allah yang bersiap menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Baginya, amanah tersebut bukan sekadar pekerjaan, tetapi bagian dari ibadah dan pengabdian kepada umat.


Meski kini berada di medan pengabdian yang berbeda-beda, para alumni itu sepakat bahwa nilai-nilai yang mereka dapatkan di MAPK Koto Baru tetap menjadi pegangan hidup hingga hari ini.


Kesederhanaan, kedisiplinan, keikhlasan, dan semangat melayani menjadi warisan penting yang terus mereka jaga dalam perjalanan pengabdian masing-masing.


Pertemuan malam itu dipenuhi canda, tawa, dan cerita lama yang kembali hidup. Kenangan tentang asrama, ruang belajar, guru-guru yang tegas namun penuh kasih sayang, hingga perjuangan menjalani pendidikan di masa lalu menjadi topik yang menghangatkan suasana.


Bagi mereka, ukhuwah alumni bukan sekadar hubungan pertemanan biasa, tetapi ikatan persaudaraan yang tumbuh dari proses panjang perjuangan bersama. Karena itu, meskipun jarak memisahkan dan kesibukan tugas berbeda-beda, komunikasi dan silaturahmi tetap dijaga.


“Jarak boleh membentang, tugas boleh berbeda, namun api dari tungku yang sama itu tidak akan pernah padam di dalam dada kami,” tutur Afrizen.


Kalimat itu menjadi refleksi bahwa pendidikan sejati tidak hanya melahirkan lulusan, tetapi juga membangun karakter dan jaringan ukhuwah yang bertahan sepanjang hayat. MAPK Koto Baru telah menjadi ruang pembentukan itu bagi mereka.


Pertemuan tersebut juga menjadi pengingat bahwa di tengah kesibukan dan tanggung jawab masing-masing, manusia tetap membutuhkan ruang untuk kembali menguatkan hati, menyambung silaturahmi, dan mengenang perjalanan hidup yang pernah ditempuh bersama.


Malam di Santika Padang itu akhirnya menjadi lebih dari sekadar temu kangen. Ia berubah menjadi ruang refleksi tentang arti persahabatan, pengabdian, dan rasa syukur karena pernah dipertemukan dalam satu lingkungan pendidikan yang sama.


Dengan penuh rasa syukur, para alumni berharap ukhuwah itu tetap terjaga hingga masa mendatang. Sebab bagi mereka, persahabatan yang lahir dari perjuangan dan ilmu akan selalu memiliki tempat istimewa di hati.


Alhamdulillah, waktu kembali mempertemukan mereka dalam satu meja, satu cerita, dan satu semangat yang sama: terus mengabdi untuk umat, bangsa, dan agama dengan nilai-nilai yang dahulu ditanamkan di MAPK Koto Baru. (Yef)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar