Hari Kedua Workshop di MTsN 4 Solok Berjalan Sukses, Kurikulum Berbasis Cinta Jadi Acuan Pendidikan Madrasah.

Hari Kedua Workshop di MTsN 4 Solok Berjalan Sukses, Kurikulum Berbasis Cinta Jadi Acuan Pendidikan Madrasah.

Redaksi

Kabupaten Solok.SumbarMaju.com — Memasuki hari kedua pelaksanaan Workshop Deep Learning dalam Kurikulum Berbasis Cinta, kegiatan yang digelar MTsN 4 Solok terus berlangsung sukses dengan antusiasme tinggi dari seluruh peserta. 

Kegiatan lanjutan tersebut dilaksanakan di Aula Pertemuan MTsN 4 Solok, Selasa (30/6/2026), sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas tenaga pendidik menghadapi transformasi pendidikan yang terus berkembang.


Workshop ini menjadi salah satu langkah nyata MTsN 4 Solok dalam meningkatkan profesionalisme guru, terutama dalam memahami perubahan paradigma pendidikan modern yang menuntut metode pembelajaran lebih inovatif, adaptif, dan tetap berlandaskan nilai karakter.

Pada hari kedua pelaksanaan workshop, fokus pembahasan lebih diarahkan pada penerapan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang saat ini menjadi salah satu pendekatan pendidikan yang terus didorong dalam sistem pembelajaran madrasah di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia.


Kepala MTsN 4 Solok Ramdanus, S.Pd., M.Pd.E menyampaikan bahwa kegiatan workshop ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam meningkatkan kualitas sumber daya guru agar mampu menghadirkan proses pembelajaran yang lebih efektif, humanis, dan sesuai dengan perkembangan zaman.


Menurutnya, guru saat ini tidak lagi hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran di dalam kelas, tetapi juga harus mampu membangun hubungan emosional yang baik dengan peserta didik agar proses belajar berlangsung lebih nyaman, menyenangkan, dan berdampak positif terhadap perkembangan karakter siswa.


“Pendidikan hari ini bukan sekadar bagaimana siswa memahami materi pelajaran, tetapi bagaimana guru mampu menghadirkan suasana belajar yang nyaman, penuh perhatian, dan mampu membangun semangat belajar siswa sehingga tumbuh menjadi generasi yang berkarakter baik,” ujar Ramdanus.


Dalam sesi materi dan diskusi, para peserta kembali mendalami konsep Kurikulum Berbasis Cinta, yaitu pendekatan pendidikan yang menempatkan kasih sayang, perhatian, penghargaan, empati, dan keteladanan sebagai bagian utama dalam hubungan antara guru dan peserta didik selama proses pembelajaran berlangsung.


Konsep tersebut dinilai sangat relevan dengan perkembangan pendidikan modern, karena menempatkan siswa sebagai subjek utama yang harus tumbuh dalam lingkungan belajar yang sehat secara emosional, aman secara psikologis, dan mendapatkan ruang berkembang sesuai potensi masing-masing.


Selain membahas KBC, peserta juga memperdalam konsep Deep Learning atau pembelajaran mendalam, yaitu metode belajar yang mendorong siswa untuk memahami materi secara utuh, aktif berpikir kritis, kreatif dalam memecahkan persoalan, serta mampu menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan nyata sehari-hari.


Workshop ini juga diikuti peserta dari MTsS Bukit Kandung yang mengirimkan sebanyak 9 orang guru, sebagai bentuk sinergi antar madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Solok.


Selama kegiatan berlangsung, seluruh peserta terlihat aktif mengikuti rangkaian diskusi, berbagi pengalaman, hingga membahas strategi implementasi metode pembelajaran modern yang nantinya dapat diterapkan di lingkungan sekolah masing-masing.


Sementara itu, awak media SumbarMaju.com saat melakukan konfirmasi dengan Wakil Kepala Madrasah Bidang Hubungan Masyarakat dan Sarana Prasarana MTsN 4 Solok, Minerpa, S.Pd., menyampaikan bahwa pelaksanaan workshop hingga hari kedua berjalan lancar dan memberikan manfaat besar bagi seluruh peserta.


Menurut Minerpa, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat pemahaman guru terhadap berbagai kebijakan baru dalam dunia pendidikan, khususnya penerapan Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta yang kini menjadi perhatian dalam pengembangan sistem pendidikan madrasah.


“Alhamdulillah, pelaksanaan workshop sampai hari kedua berjalan dengan baik dan mendapat antusiasme tinggi dari seluruh peserta.


 Kegiatan ini sangat penting karena memberikan tambahan wawasan, pemahaman, serta penguatan kompetensi guru agar mampu menerapkan sistem pembelajaran yang lebih inovatif, efektif, dan tetap mengedepankan pendekatan pendidikan berbasis cinta dalam proses belajar mengajar,” ujar Minerpa.


Ia menambahkan bahwa MTsN 4 Solok akan terus berkomitmen mendorong peningkatan kualitas tenaga pendidik melalui berbagai program pengembangan kompetensi agar madrasah mampu melahirkan generasi unggul, berprestasi, dan berakhlak baik.


“Harapan kita tentu para guru semakin siap menghadapi perubahan zaman, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi pendidikan, dan tetap menjadikan nilai kasih sayang, keteladanan, serta pembentukan karakter sebagai fondasi utama dalam mendidik generasi penerus bangsa,” tutupnya.


Melalui pelaksanaan workshop ini, MTsN 4 Solok menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan Islam yang menekankan akhlak, karakter, keteladanan, dan kemanusiaan sebagai dasar utama proses pembelajaran di madrasah.( Yef)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar