Koto Baru, Solok — SumbarMaju.com Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok, H. Dedi Wandra, menilai pelaksanaan ibadah kurban di Kabupaten Solok pada Idul Adha 1447 Hijriah tahun ini menjadi bukti nyata semakin kuatnya kepedulian sosial masyarakat.
Menurutnya, kurban tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual, tetapi juga telah berkembang menjadi sarana mempererat solidaritas dan semangat berbagi di tengah kehidupan sosial masyarakat.
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Solok mencatat, total hewan kurban tahun ini mencapai 3.763 ekor, terdiri dari 3.454 sapi, 2 kerbau, dan 307 kambing. Data tersebut merupakan hasil rekapitulasi dari seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) di masing-masing kecamatan.
Saat dikonfirmasi awak media melalui WhatsApp, Sabtu (30/5/2026), H. Dedi Wandra menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan ibadah kurban tahun ini.
“Alhamdulillah, partisipasi masyarakat tahun ini sangat tinggi. Ini menunjukkan bahwa semangat berbagi dan kepedulian sosial di tengah masyarakat semakin kuat,” ujarnya.
Ia menegaskan, ibadah kurban memiliki makna yang lebih luas dari sekadar ritual tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah, solidaritas, dan kepedulian terhadap sesama.
“Kurban di Solok bukan hanya tradisi, tetapi sudah menjadi gerakan sosial yang tumbuh di tengah masyarakat,” tambahnya.
Dedi juga mengapresiasi seluruh panitia kurban, pengurus masjid, penyuluh agama, dan masyarakat yang telah berperan aktif sehingga pelaksanaan kurban dapat berjalan tertib, aman, dan lancar di seluruh wilayah Kabupaten Solok.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi. Semoga menjadi amal ibadah yang diterima Allah SWT dan membawa keberkahan bagi masyarakat dan daerah,” katanya.
Dari data yang dihimpun, Kecamatan Lembah Gumanti menjadi wilayah dengan jumlah hewan kurban terbanyak, yakni 626 ekor (598 sapi dan 28 kambing). Disusul Kecamatan Gunung Talang 515 ekor, Kecamatan Kubung 514 ekor, serta Kecamatan X Koto Singkarak 479 ekor.
Sementara itu, jumlah paling sedikit tercatat di Kecamatan Danau Kembar dengan 74 ekor sapi.
Menutup keterangannya, Dedi Wandra berharap partisipasi masyarakat dalam ibadah kurban di Kabupaten Solok terus meningkat pada tahun-tahun mendatang, dengan semakin banyak warga yang menyisihkan rezekinya untuk berkurban.
“Semoga ke depan semakin banyak masyarakat yang berkurban, sehingga semangat kepedulian sosial dan berbagi di Kabupaten Solok terus tumbuh dan menguat,” harapnya.( Yef)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar