Kota Solok.SumbarMaju.com — Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan madrasah di tengah perkembangan dunia pendidikan yang terus berubah, MTsN 4 Solok menggelar kegiatan Workshop Deep Learning dalam Kurikulum Berbasis Cinta yang berlangsung di Aula Komplek Masjid Agung Al-Muhsinin Kota Solok, Senin (29/6/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh MTsN 4 Solok sebagai tuan rumah, dengan melibatkan seluruh tenaga pendidik di lingkungan madrasah serta peserta tambahan dari MTsS Bukit Kandung yang mengirimkan sebanyak 9 orang guru untuk mengikuti workshop tersebut.
Acara secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok Dr. H. Dedi Wandra, MA, yang sekaligus menyampaikan materi tentang Kebijakan Kementerian Agama tentang Pendidikan di Madrasah sebagai arah penguatan pendidikan di lingkungan Kementerian Agama.
Dalam kesempatan itu, Dr. Dedi Wandra hadir didampingi oleh Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kabupaten Solok, Lizi Virma Surianti, S.St., MA. Turut hadir pula Ketua Komite MTsN 4 Solok H. Syarifudin Jaya sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan pendidikan madrasah.
Dalam sambutannya, Dr. H. Dedi Wandra, MA menegaskan bahwa dunia pendidikan saat ini mengalami perubahan yang sangat cepat, sehingga para guru dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, madrasah memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, akhlak mulia, serta nilai spiritual yang menjadi fondasi utama kehidupan.
“Perubahan sistem pembelajaran hari ini menuntut seluruh tenaga pendidik untuk terus belajar. Guru tidak bisa lagi hanya bertahan pada pola pembelajaran konvensional, tetapi harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi, perubahan karakter peserta didik, serta kebutuhan pendidikan masa depan,” ujar Dedi Wandra saat membuka kegiatan.
Dalam materi yang disampaikannya, Dedi Wandra menjelaskan bahwa arah kebijakan pendidikan madrasah saat ini difokuskan pada peningkatan mutu pendidikan, penguatan karakter peserta didik, moderasi beragama, digitalisasi pembelajaran, serta peningkatan kualitas sumber daya guru sebagai faktor utama keberhasilan pendidikan.
Ia menegaskan bahwa Kementerian Agama terus mendorong seluruh madrasah untuk menghadirkan inovasi dalam proses belajar mengajar agar siswa tidak hanya menerima ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan global.
“Madrasah hari ini harus menjadi pusat lahirnya generasi hebat. Kita ingin anak-anak madrasah mampu bersaing di berbagai bidang, tetapi tetap memiliki akhlakul karimah, menghormati guru dan orang tua, serta menjadikan nilai agama sebagai pedoman hidup,” tambahnya.
Kepala MTsN 4 Solok Ramdanus, S.Pd., M.Pd.E menyampaikan bahwa workshop ini menjadi langkah nyata pihak madrasah dalam meningkatkan profesionalisme guru agar mampu menghadirkan proses pembelajaran yang lebih inovatif, efektif, dan sesuai perkembangan pendidikan modern.
Sebagai narasumber utama, hadir Dr. Darwin, S.Pd., MA, yang juga merupakan Ketua Asosiasi Guru Ekonomi Indonesia Sumatera Barat, dengan materi mengenai penerapan konsep deep learning dalam sistem pembelajaran modern.
Dalam paparannya, Dr. Darwin menjelaskan bahwa konsep deep learning menekankan proses pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi bagaimana peserta didik mampu memahami materi secara mendalam, berpikir kritis, kreatif, serta memiliki kemampuan memecahkan persoalan nyata dalam kehidupan.
Secara terpisah, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat H. Mustafa, MA, saat dihubungi awak media, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan workshop yang digelar MTsN 4 Solok tersebut.
Menurut H. Mustafa, kegiatan seperti ini sangat penting dan idealnya menjadi agenda rutin pada seluruh jenjang pendidikan, karena memiliki manfaat besar dalam meningkatkan kapasitas tenaga pendidik.
“Saya mengapresiasi kegiatan workshop ini. Kegiatan seperti ini memang perlu dilaksanakan pada setiap jenjang pendidikan, guna menambah pemahaman, keterampilan dan keahlian para guru dalam menghadapi perkembangan cara belajar dan mengajar, terutama bagaimana menumbuhkan rasa cinta dalam proses pembelajaran antara guru dengan peserta didik,” ungkap H. Mustafa.
Suasana workshop berlangsung penuh antusiasme dengan keterlibatan aktif seluruh peserta yang mengikuti sesi materi, diskusi interaktif, hingga pembahasan strategi implementasi pembelajaran berbasis teknologi dan pendekatan pendidikan yang lebih humanis.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru madrasah semakin siap menghadapi transformasi pendidikan di era digital, sekaligus mampu melahirkan generasi muda yang unggul, berprestasi, berakhlak baik, dan siap menjadi bagian dari masa depan bangsa.( Yef)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar