Kemenag Raih Opini WTP ke-10 Berturut-turut, H. Mustafa: Bukti Komitmen Tata Kelola yang Transparan dan Akuntabel

Kemenag Raih Opini WTP ke-10 Berturut-turut, H. Mustafa: Bukti Komitmen Tata Kelola yang Transparan dan Akuntabel

Redaksi

Sumbarnaju. Com, Padang – Kementerian Agama Republik Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan berhasil mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk ke-10 kalinya secara berturut-turut. Capaian ini menjadi bukti konsistensi Kementerian Agama dalam mengelola keuangan negara secara transparan, akuntabel, dan sesuai prinsip good governance.

Atas prestasi tersebut, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, H. Mustafa, M.A., beserta seluruh jajaran menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh keluarga besar Kementerian Agama, Jumat (17/07/2026).


Menurut H. Mustafa, raihan opini WTP selama sepuluh tahun berturut-turut bukan sekadar pencapaian administratif, tetapi juga merupakan cerminan kuatnya komitmen Kementerian Agama dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih, profesional, dan bertanggung jawab.


"Prestasi ini merupakan hasil kerja keras, sinergi, dan komitmen seluruh jajaran Kementerian Agama dalam menjaga integritas serta mengelola anggaran negara secara akuntabel. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat," ujar H. Mustafa.


Ia menambahkan, keberhasilan mempertahankan opini WTP harus menjadi penyemangat bagi seluruh aparatur Kementerian Agama, khususnya di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Sumatera Barat, untuk terus memperkuat budaya kerja yang berintegritas, meningkatkan kualitas pengelolaan anggaran, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin efektif, efisien, dan berdampak.


Dengan raihan WTP ke-10 secara berturut-turut ini, Kementerian Agama kembali menegaskan komitmennya dalam mewujudkan birokrasi yang modern, transparan, dan akuntabel, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan keuangan negara dan pelayanan publik yang berkualitas. (A.R)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar