SOLOK, SumbarMaju.com — Siswa SMA Negeri 1 X Koto Singkarak mendapatkan edukasi mengenai penggunaan kosmetik yang aman dan bebas dari bahan berbahaya melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan skema Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 X Koto Singkarak, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran sekolah, di antaranya Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Rosi Susanti, S.Pd., M.Si., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Yefrimo, S.Ag., Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas Roza Diana, S.Kim., serta Pembina OSIS Rio Andesko, S.Pd.I. dan Febrima Sari Oktavia, S.Pd.
Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan doa yang dilaksanakan oleh siswa-siswi SMA Negeri 1 X Koto Singkarak.
Selanjutnya, Ketua Tim Pengabdian, apt. Della Rosalynna Stiadi, M.Farm., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Menurutnya, program tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya siswa SMA Negeri 1 X Koto Singkarak, di tengah maraknya peredaran kosmetik yang berpotensi mengandung bahan berbahaya dan dapat merugikan kesehatan.
Kegiatan kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala SMA Negeri 1 X Koto Singkarak, Patrimon, S.Pd., M.Pd., yang pada kesempatan tersebut diwakili Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Rosi Susanti, S.Pd., M.Si. Kepala sekolah berhalangan hadir karena memiliki kegiatan lain yang tidak dapat diwakilkan.
Usai rangkaian pembukaan dan foto bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pre-test bagi seluruh peserta untuk mengetahui tingkat pemahaman awal siswa terhadap materi yang akan disampaikan. Dari hasil pre-test, secara umum peserta dinilai telah cukup memahami sejumlah poin yang diberikan.
Materi pertama tentang Kosmetik Aman dan Bebas Bahan Berbahaya disampaikan oleh Drs. Asrianto, Apt., MM., dari BBPOM Padang.
Dalam pemaparannya, Asrianto menjelaskan bahwa masih terdapat persepsi di kalangan siswa bahwa kosmetik merupakan sesuatu yang hanya berkaitan dengan perempuan. Sejumlah siswa laki-laki bahkan menyatakan tidak menggunakan kosmetik.
Namun, setelah dijelaskan mengenai definisi kosmetik, para siswa memahami bahwa kosmetik merupakan produk yang digunakan oleh masyarakat secara luas, baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda.
“Sabun, pasta gigi, parfum dan berbagai produk lainnya merupakan produk yang digunakan sehari-hari dan termasuk dalam kategori kosmetik,” jelas Asrianto.
Ia juga mengingatkan peserta agar mewaspadai kosmetik yang mengandung bahan berbahaya, seperti merkuri, hidrokuinon, asam retinoat dan Rhodamin B, yang dapat membahayakan kesehatan apabila digunakan secara tidak tepat.
Materi kedua disampaikan oleh Dr. Riga, S.Pd., M.Si., mengenai pengujian produk kosmetik sekaligus pembuatan poster edukasi kosmetik.
Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai dampak penggunaan merkuri dan hidrokuinon dalam kosmetik. Para siswa juga diajak mengikuti pengujian sederhana untuk melihat reaksi yang terjadi apabila suatu produk kosmetik mengandung bahan tertentu yang diuji dengan reagen.
Menariknya, para siswa membawa kosmetik yang biasa mereka gunakan untuk dilakukan pengujian. Dari produk yang diuji dalam kegiatan tersebut, tidak ditemukan produk yang menunjukkan adanya kandungan bahan berbahaya dalam pengujian yang dilakukan.
Kegiatan berlangsung interaktif karena siswa tidak hanya mendapatkan materi secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pengujian dan pembuatan media edukasi. Para guru dan pembina OSIS turut mendampingi siswa selama kegiatan berlangsung.
Di akhir kegiatan dilakukan penyerahan media edukasi kepada pihak sekolah berupa banner, leaflet dan bahan edukasi lainnya agar dapat dimanfaatkan sebagai sarana informasi bagi warga sekolah.
Dari pihak BBPOM Padang juga diserahkan bahan edukasi mengenai Cek KLIK serta informasi terkait OTT/Obat-Obat Tertentu sebagai bagian dari upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai keamanan produk yang digunakan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan mampu menjadi konsumen cerdas yang lebih teliti sebelum membeli dan menggunakan produk kosmetik, sekaligus dapat menyebarluaskan pengetahuan mengenai pentingnya memilih produk yang aman kepada lingkungan sekitar.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata sinergi perguruan tinggi, sekolah dan BBPOM dalam meningkatkan literasi generasi muda mengenai keamanan kosmetik serta perlindungan kesehatan masyarakat. ( Yef)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar