Bupati Solok Buka Festival Literasi, Perangi Hoaks dengan Budaya Membaca

Bupati Solok Buka Festival Literasi, Perangi Hoaks dengan Budaya Membaca

Redaksi

Sumbarmaju. Com, Koto Baru – Di tengah derasnya arus informasi digital dan maraknya penyebaran berita bohong (hoaks), Bupati Solok Dr. (H.C.) Jon Firman Pandu, S.H., mengajak masyarakat meningkatkan budaya membaca dan lebih bijak dalam menyaring informasi. Pesan tersebut disampaikan saat membuka Festival Literasi Kabupaten Solok di halaman Perpustakaan Daerah Kabupaten Solok, Koto Baru, Selasa (27/10/2026).

Festival ini menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya literasi sekaligus mendorong lahirnya masyarakat yang cerdas, kritis, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terbukti kebenarannya.


Kegiatan tersebut dihadiri Bunda Literasi Kabupaten Solok Ny. Nia Jon Firman Pandu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Solok Eko Gunanto, S.Pd., unsur Forkopimda, kepala OPD, camat, wali nagari, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Jon Firman Pandu mengapresiasi terselenggaranya festival tersebut meskipun Kabupaten Solok masih berada dalam suasana duka akibat bencana yang melanda sejumlah wilayah.


“Saya senang kegiatan ini bisa terlaksana di tengah duka kita yang tertimpa bencana. Walaupun dalam keadaan bencana, semua kegiatan harus tetap terlaksana,” ujarnya.


Bupati menegaskan, literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga kemampuan memahami, menilai, dan menggunakan informasi secara tepat. Karena itu, ia mendorong penguatan perpustakaan hingga ke tingkat nagari agar masyarakat, khususnya anak-anak, semakin mudah memperoleh akses terhadap bahan bacaan dan ruang belajar.


Ia juga mengapresiasi Nagari Labuah Panjang yang berhasil meraih juara pertama lomba perpustakaan tingkat Provinsi Sumatera Barat. Prestasi tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi nagari lain untuk terus mengembangkan perpustakaan dan meningkatkan minat baca masyarakat.


“Melalui festival ini, kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Solok untuk meningkatkan literasi, jangan mudah terprovokasi dengan hal-hal yang bersifat hoaks atau tidak benar,” tegasnya.


Sementara itu, Bunda Literasi Kabupaten Solok Ny. Nia Jon Firman Pandu menekankan pentingnya membangun kebiasaan membaca sejak dini melalui lingkungan keluarga dan sekolah. Menurutnya, keterlibatan orang tua, guru, dan masyarakat sangat diperlukan agar anak-anak tumbuh menjadi generasi yang gemar membaca, berwawasan luas, dan mampu memanfaatkan informasi secara bijak.


Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Solok, Eko Gunanto, S.Pd., juga menyampaikan pentingnya memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat. Festival ini diharapkan dapat mendorong peningkatan minat baca sekaligus memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan pengetahuan hingga ke nagari-nagari.


Melalui Festival Literasi Kabupaten Solok, pemerintah daerah berharap budaya membaca semakin tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Sebab, masyarakat yang memiliki literasi kuat akan lebih siap menghadapi derasnya informasi, mampu memilah fakta dari hoaks, serta tidak mudah diadu domba oleh kabar yang menyesatkan. (A.R)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar