Kemenag Kota Solok Dorong Transformasi 86 Masjid, Dari Tempat Ibadah Menuju Pusat Peradaban.

Kemenag Kota Solok Dorong Transformasi 86 Masjid, Dari Tempat Ibadah Menuju Pusat Peradaban.

Redaksi

KOTA SOLOK.SUMBARMAJU.COM – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Solok mendorong transformasi pengelolaan 86 masjid agar tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga berkembang sebagai pusat pendidikan, pembinaan generasi muda, dan pemberdayaan umat.

Komitmen tersebut terlihat dari kehadiran Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Solok, H. Amril, dalam Workshop Pengelolaan Masjid Menuju Masjid Paripurna yang digelar Pemerintah Kota Solok di Premiere Syariah Hotel Kota Solok, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra, didampingi Wakil Wali Kota Solok Suryadi Nurdal. Workshop ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pengurus masjid dalam mengelola lembaga keagamaan secara lebih profesional dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Untuk memperkaya wawasan peserta, kegiatan tersebut menghadirkan pemateri dari Masjid Sejuta Pemuda Sukabumi dan Masjid Jogokariyan Yogyakarta. Keduanya berbagi pengalaman mengenai pengelolaan masjid, penguatan program keumatan, serta strategi membangun kedekatan masjid dengan masyarakat.


Kehadiran para praktisi tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi pengurus masjid di Kota Solok dalam mengembangkan berbagai inovasi dan program yang memberikan manfaat nyata bagi jamaah.


Kepala Kantor Kemenag Kota Solok, H. Amril, menyambut pentingnya penguatan sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan seluruh pengurus masjid. Kolaborasi tersebut diperlukan agar pembinaan kehidupan keagamaan berjalan secara terarah dan berkelanjutan.


Menurutnya, masjid memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar tempat melaksanakan salat berjamaah. Masjid harus mampu menjadi ruang pembinaan akhlak, pendidikan Al-Qur'an, pengembangan potensi generasi muda, serta penguatan kepedulian sosial.


Dengan jumlah 86 masjid yang tersebar di Kota Solok, terdapat potensi besar untuk membangun gerakan pemberdayaan umat melalui program-program yang terencana dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.


Salah satu perhatian yang perlu terus diperkuat adalah peningkatan kemampuan baca tulis Al-Qur'an bagi generasi muda. Pengurus masjid diharapkan mampu menghadirkan kegiatan pembinaan yang menarik, terarah, dan berkesinambungan.


Selain itu, pengelolaan masjid juga membutuhkan manajemen kelembagaan yang baik, pelayanan jamaah yang optimal, serta program yang mampu menjawab persoalan dan kebutuhan masyarakat di lingkungan masing-masing.


Workshop ini diharapkan tidak sekadar menjadi forum berbagi pengalaman, tetapi juga menjadi momentum bagi pengurus masjid untuk melakukan pembenahan dan menghadirkan inovasi dalam memakmurkan rumah ibadah.


Kemenag Kota Solok berharap sinergi lintas instansi dan pengurus masjid semakin kuat sehingga seluruh masjid dapat berkembang sesuai fungsinya sebagai pusat ibadah, pendidikan, pembinaan karakter, dan pemberdayaan umat.


Transformasi menuju masjid paripurna pada akhirnya bukan hanya tentang pembenahan bangunan dan fasilitas, melainkan bagaimana masjid benar-benar hadir, hidup, dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi pusat peradaban umat di Kota Solok.(Yef)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar