Selamatkan Masa Depan Generasi Muda! Fitriyoni Ajak Masyarakat Abai Bersatu Perangi Narkoba

Selamatkan Masa Depan Generasi Muda! Fitriyoni Ajak Masyarakat Abai Bersatu Perangi Narkoba

Redaksi


Sumbarmqju. Com, Solok Selatan – Ancaman narkoba bisa menghancurkan masa depan dalam sekejap. Generasi muda yang seharusnya tumbuh menjadi penerus bangsa justru bisa kehilangan harapan akibat terjerumus dalam lingkaran penyalahgunaan narkotika. Menyikapi ancaman tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Solok Selatan, Fitriyoni, S.H., M.H., menyerukan pentingnya memperkuat iman, akhlak, dan kepedulian masyarakat untuk melindungi generasi muda.

Seruan itu disampaikan Fitriyoni saat tampil sebagai narasumber dalam kegiatan Pelatihan Pembinaan Lembaga Masyarakat tentang Bahaya Narkoba yang diselenggarakan Pemerintah Nagari Abai, Kecamatan Sangir Batang Hari, di Aula SMA Negeri 7 Solok Selatan, Jumat (30/10/2026).


Mengusung materi "Mewujudkan Generasi Muda yang Beriman, Berakhlak Mulia dan Bebas dari Bahaya Narkoba", Fitriyoni mengingatkan bahwa masa muda merupakan kesempatan emas untuk membangun masa depan, mengembangkan potensi, menuntut ilmu, berkarya, dan meraih cita-cita.

Namun, perjalanan generasi muda tidak selalu mudah. Tekanan pergaulan, rasa ingin tahu, stres, hingga pengaruh lingkungan dapat menjadi pintu masuk bagi perilaku berisiko, termasuk penyalahgunaan narkoba.


Menurutnya, ada tiga kekuatan yang harus menjadi benteng kehidupan generasi muda, yakni iman sebagai kompas, akal sebagai penuntun dalam mengambil keputusan, dan hidup sehat sebagai kebiasaan yang harus dijaga.


"Dalam Islam, kita mengenal prinsip Hifz al-Nafs atau menjaga jiwa dan Hifz al-Aql atau menjaga akal. Keduanya merupakan prinsip penting yang harus kita jaga. Karena itu, mari bersama-sama melawan narkoba, baik sabu, ganja, ekstasi maupun opioid," tegas Fitriyoni.


Ia juga mengajak masyarakat agar tidak hanya menyalahkan mereka yang terjerumus, tetapi memahami faktor pemicunya dan memperkuat langkah pencegahan sejak dini.


Fitriyoni mengingatkan generasi muda untuk berani mengatakan tidak terhadap ajakan menggunakan narkoba, memilih lingkungan pergaulan yang sehat, aktif dalam kegiatan positif, rajin berolahraga, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman hidup.


Menurutnya, perang melawan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah dan aparat penegak hukum. Keluarga, tokoh agama, lembaga masyarakat, dan seluruh elemen nagari harus mengambil peran nyata.


Pesan yang ditekankan Fitriyoni sangat jelas: jangan biarkan narkoba merampas masa depan anak-anak dan generasi penerus bangsa. "Jadikan iman sebagai landasan, akhlak sebagai pedoman, dan ilmu sebagai kekuatan. Hidup sehat, berani menolak narkoba," pesannya.


Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk membangun kesadaran bersama bahwa menyelamatkan generasi muda dari narkoba harus dimulai dari lingkungan terdekat. Sebab, masa depan nagari, daerah, dan bangsa berada di tangan generasi yang sehat, beriman, berakhlak mulia, serta bebas dari narkoba. (A.R)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar