AGPAII Kabupaten Solok Mantapkan Program Kerja Guru PAI 2024–2029

AGPAII Kabupaten Solok Mantapkan Program Kerja Guru PAI 2024–2029

Redaksi

Koto Baru, SumbarJaya.com – Sabtu, 13 September 2025, Auditorium SMPN 2 Kubung di Koto Baru, Kabupaten Solok, menjadi saksi terselenggaranya Rapat Kerja Daerah (Rakerda) perdana Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Kabupaten Solok. Kegiatan ini digelar sepekan setelah pelantikan pengurus oleh Pengurus AGPAII Provinsi Sumatera Barat pada 4 September 2025, menandai awal langkah strategis kepengurusan periode 2024–2029.

Rakerda perdana ini diikuti oleh puluhan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dari berbagai sekolah, pengurus AGPAII, dan narasumber berkompeten. Sejak pagi, suasana auditorium dipenuhi antusiasme, dengan guru-guru yang serius mengikuti setiap sesi diskusi, paparan program kerja, hingga sesi tanya jawab.


Momentum Strategis Guru PAI


Ketua AGPAII Kabupaten Solok, Bukhari, M.A, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rakerda perdana ini bukan sekadar pertemuan formal. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menyusun langkah nyata dalam peningkatan mutu pendidikan agama Islam di Kabupaten Solok.

“Rakerda ini wadah strategis bagi guru PAI untuk meningkatkan kompetensi, berbagi pengalaman, dan menghadirkan inovasi pembelajaran sesuai kebutuhan siswa. Sebagai organisasi yang baru, kita harus membangun fondasi yang kuat agar pendidikan agama Islam di Solok semakin berkualitas,” ujar Bukhari.


Ia menambahkan, program kerja yang akan dirumuskan dalam Rakerda ini diharapkan menjadi pedoman operasional guru PAI dalam menghadapi tantangan pendidikan di era modern, termasuk penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran agama.


Aspirasi Guru PAI, Salah seorang pengurus sekaligus peserta Rakerda, Yefrimon S.Ag menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, forum ini memberikan kesempatan bagi guru untuk menyampaikan langsung aspirasi, pengalaman, dan tantangan di lapangan.


“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Harapannya, AGPAII dapat menjadi wadah yang memperjuangkan kepentingan guru PAI sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di sekolah-sekolah kita,” ujarnya.


Selain itu, interaksi antar guru dalam Rakerda berlangsung hangat. Beberapa guru berbagi pengalaman terkait keterbatasan sarana pembelajaran, penerapan metode inovatif, hingga cara menumbuhkan minat belajar siswa dalam mata pelajaran agama. Beberapa peserta mengusulkan penggunaan media digital dan metode pembelajaran mendalam (deep learning) agar siswa lebih memahami materi secara komprehensif.


Rumusan Program Kerja 2024–2029, Dalam forum pleno, peserta Rakerda menyepakati sejumlah program prioritas AGPAII Kabupaten Solok periode 2024–2029, antara lain:


1. Peningkatan kapasitas guru PAI melalui pelatihan, workshop, dan studi banding antar sekolah.

2. Pengembangan materi ajar berbasis digital, sehingga proses belajar mengajar lebih interaktif dan sesuai perkembangan teknologi.

3. Penguatan jejaring antar sekolah untuk memfasilitasi guru berbagi praktik terbaik dan pengalaman inovatif.

4. Integrasi nilai karakter religius dalam setiap pembelajaran, sehingga pendidikan agama Islam tidak hanya teori, tetapi membentuk akhlak dan perilaku siswa dalam kehidupan sehari-hari.


Komitmen Jangka Panjang,Bukhari menegaskan, visi jangka panjang AGPAII Kabupaten Solok adalah mencetak guru PAI yang profesional, kreatif, dan inovatif, sekaligus menjadikan pendidikan agama Islam sebagai fondasi utama pembentukan karakter generasi muda.


“Target kami adalah menghasilkan siswa yang tidak hanya memahami ajaran agama, tetapi mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan agama Islam harus menjadi pondasi moral dan akhlak bagi generasi bangsa,” tegasnya.


Bagian dari Gerakan Nasional,akerda ini juga sejalan dengan agenda nasional Kementerian Agama yang menekankan penguatan pendidikan agama dan profesionalisme guru PAI. Dengan hadirnya AGPAII Kabupaten Solok, diharapkan kontribusi nyata bagi peningkatan mutu pendidikan agama Islam di tingkat daerah dapat terwujud.


Dalam penutupan, Rakerda menetapkan rekomendasi strategis yang akan menjadi pedoman operasional AGPAII Kabupaten Solok ke depan, dengan fokus utama pada tiga hal: peningkatan kualitas guru, inovasi metode pembelajaran, dan penguatan karakter religius siswa.


Dengan terselenggaranya Rakerda perdana di Koto Baru ini, AGPAII Kabupaten Solok menegaskan komitmennya untuk membawa pendidikan agama Islam ke arah yang lebih maju, profesional, dan bermutu. Kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan kuat bagi guru PAI dalam menghadapi tantangan pendidikan di era modern, sekaligus menjadi inspirasi bagi daerah lain di Sumatera Barat.( Yef )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar