Generasi Madrasah Solok Ditempa Menuju Olimpiade Tingkat Provinsi

Generasi Madrasah Solok Ditempa Menuju Olimpiade Tingkat Provinsi

Redaksi

Solok.SumbarMaju.com – Selasa, 30 September 2025. Sebanyak 33 siswa madrasah dari berbagai tingkatan, mulai MI/SD, MTs/SMP hingga MA/SMA, tengah ditempa dalam kegiatan pembinaan intensif Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI). Kegiatan ini berlangsung sejak Selasa, 30 September hingga Kamis, 2 Oktober 2025 di Aula Masjid Al Ikhwan, Aia Angek, Kotobaru, yang sejak pagi sudah ramai dipadati para siswa bersama guru pembina mereka.

Pembinaan ini menjadi langkah serius Kabupaten Solok dalam menyiapkan generasi madrasah menghadapi ajang OMI tingkat provinsi. Tidak hanya sekadar mengulang materi pelajaran, tetapi juga memberi ruang bagi siswa untuk melatih strategi, memperkuat mental, serta membangun rasa percaya diri menghadapi kompetisi yang lebih menantang.


Ketua panitia, Yulfentri, S.Pd., M.M., Kepala MAN 3 Solok, menegaskan bahwa OMI bukan hanya soal kecerdasan akademik, melainkan juga soal ketahanan mental. “Kami ingin anak-anak lebih siap, baik dari sisi akademik maupun mental. Dengan begitu, peluang untuk meraih prestasi di tingkat provinsi bahkan nasional akan semakin besar,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, para siswa dibagi sesuai dengan bidang yang mereka ikuti, mulai dari Fisika, Biologi, Ekonomi, Geografi, Matematika, hingga Kimia. Mereka didampingi guru pembina yang telah ditunjuk panitia. Setiap guru terlihat aktif memberi bimbingan, berdiskusi soal, hingga membekali siswa dengan cara menjawab cepat dan tepat.

Tidak hanya itu, untuk menjawab tantangan OMI yang semakin kompleks, panitia juga menghadirkan guru Bahasa Inggris, Risfanelti dari MAN 2 Solok, serta guru Bahasa Arab, yang tidak mau di sebut namanya dari MAN 1 Solok. Kehadiran keduanya menjadi warna tersendiri dalam pembinaan ini. Mereka memberikan materi tambahan tentang bagaimana memahami soal bilingual sekaligus melatih komunikasi akademik lintas bahasa.


Suasana pembinaan pun tampak hidup. Para siswa menyimak serius setiap penjelasan, sesekali mengajukan pertanyaan, dan berlatih mengerjakan soal simulasi. Semangat mereka terlihat jelas, apalagi dengan dukungan penuh dari guru-guru dan kepala madrasah yang hadir. Kehadiran para pendidik senior memberi dorongan moral tersendiri bagi para peserta.


Salah seorang peserta, Naurah Fitria dari MAN 2 Solok, mengaku sangat terbantu dengan pembinaan ini. “Kami jadi lebih paham cara mengerjakan soal dengan strategi yang tepat. Kehadiran guru Bahasa Inggris dan Bahasa Arab juga membuat kami lebih siap menghadapi tantangan soal dalam bahasa asing. Rasanya lebih percaya diri sekarang,” ujarnya sambil tersenyum.


Para kepala madrasah yang hadir juga turut memberikan dukungan moral. Mereka menilai pembinaan ini sebagai langkah tepat untuk menyiapkan generasi muda yang unggul. Dengan tema “Dengan giat berlatih dan belajar semoga terlahir peserta OMI tingkat nasional dari Kabupaten Solok,” kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama membangun prestasi madrasah di tingkat daerah hingga nasional.


Yulfentri dalam penutupan sesi hari pertama kembali menekankan pentingnya kerja sama. “Keberhasilan siswa kita tidak hanya ditentukan oleh penguasaan materi, tetapi juga kesiapan mental dan dukungan lingkungan. Kami ingin membentuk peserta OMI yang utuh: cerdas, percaya diri, dan siap bersaing di level lebih tinggi. Semoga dengan kerja sama semua pihak, Kabupaten Solok bisa menorehkan prestasi terbaik,” tegasnya.


Kegiatan pembinaan yang berlangsung tiga hari ini benar-benar dimanfaatkan sebaik mungkin oleh peserta. Dari pagi hingga sore, mereka larut dalam suasana belajar yang intensif, namun tetap hangat karena adanya interaksi yang akrab antara siswa, guru, dan panitia. Semangat gotong royong dan kebersamaan terasa kental, mencerminkan budaya madrasah yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan sekaligus kekeluargaan.


Dengan dukungan penuh para guru pembina, kepala madrasah, dan semangat belajar para siswa, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal kuat bagi Kabupaten Solok dalam menorehkan prestasi. Tidak hanya sekadar mengharumkan nama madrasah, tetapi juga membawa nama daerah ke panggung nasional, lewat generasi muda yang unggul dalam ilmu, berkarakter, dan berdaya saing tinggi.( Yef )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar