Saniang Baka.Solok.SumbarMaju.Com - Pondok Pesantren Muhammadiyah (PontrenMu) Saning Bakar terus berupaya menanamkan nilai-nilai akhlak mulia kepada santri melalui kegiatan rutin Hizbul Wathan (HW). Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 30 September 2025, dengan fokus pembekalan materi Janji Pandu dan Undang-Undang Pandu Hizbul Wathan yang dipaparkan langsung oleh Kepala PontrenMu Saning Bakar, Andi Asmar, S.Pd.I.
Dalam penyampaiannya, Andi Asmar menekankan pentingnya memahami dan mengamalkan nilai kepanduan sebagai bekal kehidupan sehari-hari. “Hizbul Wathan bukan sekadar kegiatan rutinitas, tetapi sebuah jalan untuk membentuk santri yang beriman, berakhlak mulia, dan siap mengabdi kepada umat serta bangsa,” tuturnya.
Waka Kurikulum, Desra Sari, S.Pd., menegaskan bahwa HW bukan hanya wadah kegiatan ekstrakurikuler, tetapi juga bagian dari kurikulum pembinaan karakter. Menurutnya, melalui HW santri dibimbing untuk belajar bertanggung jawab, taat aturan, sekaligus melatih kecerdasan emosional dan spiritual. “Nilai-nilai yang ada dalam Undang-Undang Pandu HW selaras dengan pendidikan akhlak. Santri belajar menepati janji, disiplin, dan mengutamakan kebersamaan. Jika ini terinternalisasi, maka mereka akan tumbuh menjadi generasi yang kokoh dan siap menghadapi perkembangan zaman,” ujarnya panjang lebar.
Hal senada disampaikan oleh Waka Kesiswaan, Agita Puspita Sari, S.Pd. Ia menilai HW sangat efektif dalam menyalurkan energi positif santri sekaligus memperkuat karakter mereka. “Kegiatan ini memberikan ruang kepada santri untuk berlatih disiplin, bersosialisasi, sekaligus membangun rasa percaya diri. HW bukan hanya tentang baris-berbaris atau aturan pandu, tapi lebih dalam lagi, yaitu melatih mental agar tangguh dan siap menghadapi berbagai dinamika kehidupan. Harapan kami, santri PontrenMu Saning Bakar tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki jiwa kepemimpinan dan empati sosial yang tinggi,” jelasnya dengan penuh harapan.
Sementara itu, Guru Piket, Amrullah, S.Pd.I., memberikan pandangan bahwa HW membentuk santri menjadi pribadi yang matang. Ia menilai jalannya kegiatan kali ini sangat tertib, penuh antusiasme, dan menunjukkan kekompakan para santri. “HW membiasakan santri untuk hidup teratur, bekerja sama, dan saling menolong. Bahkan hal kecil seperti belajar sabar, tersenyum, atau menjaga kebersihan, semuanya tercermin dalam Undang-Undang HW. Kegiatan ini adalah laboratorium akhlak yang nyata, dan santri kita membuktikan bahwa mereka bisa mengamalkannya,” tegasnya.
Sasaran dan tujuan Hizbul Wathan di PontrenMu Saning Bakar adalah menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari, membentuk kepribadian santri yang berakhlak mulia, disiplin, serta bertanggung jawab, melatih jiwa kepemimpinan dan kebersamaan, sekaligus membina fisik, mental, dan spiritual agar menjadi generasi yang tangguh. HW juga diarahkan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap tanah air, persaudaraan, dan kepedulian sosial sehingga santri siap berperan positif di tengah masyarakat.
Melalui Hizbul Wathan, PontrenMu Saning Bakar meneguhkan komitmennya dalam membentuk generasi santri yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat, disiplin, dan siap menebarkan manfaat di tengah masyarakat.( Yef )
.jpg)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar