Solok, SumbarMaju.com – Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok, H. Dr. Zulkifli Dt. Rajo Batuah, S.Ag., MM., CWC, menjadi narasumber dalam seminar dan lokakarya bertemakan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) yang digelar oleh Kerapatan Adat Nagari (KAN) Koto Gadang Koto Anau, Kecamatan Lembang Jaya. Kegiatan ini diikuti oleh pengurus KAN, Badan Permusyawaratan Nagari (BPN), serta Wali Nagari Koto Anau dan perangkatnya.
Acara ini juga menghadirkan sejumlah narasumber penting lain, yaitu Ketua LKAAM Kabupaten Solok, H. Gusmal Dt. Rajo Lelo, SE., MM, serta Ketua FKKAN, Drs. Bustamar Dt. Panghulu Sati.
Dalam pemaparannya, H. Dr. Zulkifli Dt. Rajo Batuah menekankan pentingnya penguatan nilai ABS-SBK sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat. Ia menjelaskan bahwa prinsip “syarak mangato, adat mamakai” bukan sekadar slogan, melainkan pedoman nyata yang harus diterapkan dalam keseharian masyarakat nagari.
Menurutnya, penerapan ABS-SBK mencakup pendidikan dan pembinaan generasi muda agar nilai-nilai adat dan syarak ditanamkan sejak dini melalui pendidikan formal maupun nonformal, sehingga generasi muda memahami dan mengamalkan prinsip hidup beradat yang selaras dengan syariat Islam. Selain itu, ABS-SBK menjadi landasan dalam membangun solidaritas, musyawarah, dan kerja sama di masyarakat, serta pedoman dalam pengambilan keputusan yang adil dan bijak di nagari. Prinsip ini juga berperan penting dalam pelestarian budaya dan agama, sehingga budaya lokal tetap lestari dan selaras dengan prinsip-prinsip Islam.
H. Dr. Zulkifli menegaskan, “Ketika adat dijalankan sesuai syarak, maka kehidupan bermasyarakat akan harmonis, permasalahan sosial dapat diminimalisir, dan pembangunan nagari dapat berjalan dengan berkeadilan.”
Sementara itu, Ketua LKAAM Kabupaten Solok, H. Gusmal Dt. Rajo Lelo, SE., MM., menekankan peran strategis KAN dalam menjaga nilai-nilai adat, syarak, dan budaya lokal. Ketua FKKAN, Drs. Bustamar Dt. Panghulu Sati, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antara lembaga adat dan pemerintah nagari dalam implementasi ABS-SBK.
Para peserta, termasuk BPN dan Wali Nagari Koto Anau, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya seminar dan lokakarya ini. Mereka berharap hasil dari kegiatan ini dapat ditindaklanjuti dengan program nyata, sehingga prinsip ABS-SBK benar-benar hidup dalam keseharian masyarakat nagari dan menjadi pedoman pembangunan yang berkelanjutan.( Yef )


Tidak ada komentar:
Posting Komentar