Solok SumbarMaju.Com – MTsN 2 Solok menggelar kegiatan pembelajaran membatik yang dipandu langsung oleh guru Seni Budaya, Bapak Adi Wiratman. Kegiatan ini disambut antusias oleh para siswa karena selain belajar keterampilan seni, mereka juga diajak memahami nilai filosofi serta pentingnya batik sebagai warisan budaya bangsa, Rabu (24/09/2025).
Dalam arahannya, Bapak Adi menekankan bahwa membatik bukan sekadar keterampilan membuat motif indah, tetapi merupakan proses panjang yang melatih kesabaran, ketelitian, dan kedisiplinan. Ia mengingatkan bahwa setiap goresan canting yang ditorehkan ke kain memiliki nilai seni yang tidak ternilai.
> “Membatik mengajarkan kita untuk sabar, teliti, dan menghargai proses. Inilah yang membuat batik memiliki kedalaman makna, bukan hanya sekadar pakaian dengan motif unik,” ungkapnya.
Batik sebagai Identitas dan Warisan Budaya
Lebih jauh, Adi Wiratman menjelaskan bahwa batik adalah identitas budaya bangsa Indonesia yang telah diakui dunia. UNESCO menetapkan batik sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia pada 2 Oktober 2009. Hal ini menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus tanggung jawab bagi generasi muda untuk terus melestarikannya.
Ia menegaskan bahwa batik memiliki nilai filosofi yang dalam, karena setiap motif menyimpan makna dan doa. Ada motif yang melambangkan kesuburan, kebijaksanaan, hingga harapan akan masa depan yang lebih baik.
> “Batik tidak sekadar kain bergambar, tetapi sebuah karya yang memuat doa dan harapan. Jika kita memahami maknanya, maka setiap lembar batik adalah warisan yang sangat berharga,” jelasnya.
Pesan dan Harapan ke Depan
Selain itu, Adi Wiratman juga memberikan arahan agar siswa tidak hanya berhenti pada praktik sederhana, tetapi terus mengembangkan keterampilan membatik dengan inovasi baru. Menurutnya, generasi muda memiliki kesempatan luas untuk membawa batik lebih dekat dengan kehidupan modern.
> “Anak-anak bisa mulai berkreasi dengan motif khas daerahnya, termasuk motif Minangkabau yang kaya akan filosofi. Ke depan, batik tidak hanya dipakai di acara resmi, tetapi bisa hadir dalam fashion sehari-hari. Dengan begitu, batik tetap hidup dan berkembang sesuai zaman," ujarnya.
Beliau juga berpesan agar siswa menjaga rasa bangga mengenakan batik, karena dengan bangga pada budaya sendiri berarti ikut menjaga jati diri bangsa.
> “Jangan pernah merasa bosan memakai batik. Semakin sering kita memakainya, semakin kuat pula rasa cinta kita pada Indonesia,” tambahnya penuh semangat.
Antusiasme Siswa MTsN 2 Solok
Selama kegiatan, siswa tampak bersemangat mencoba berbagai teknik membatik, mulai dari membuat pola, mencanting, hingga memberi warna. Mereka bebas berkreasi dengan motif yang berbeda-beda, menciptakan karya unik sesuai imajinasi masing-masing.
Apresiasi Kepala Madrasah
Kepala MTsN 2 Solok, Erdinal, S.Pd, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Bapak Adi Wiratman atas dedikasi dan motivasinya dalam membimbing siswa. Menurutnya, kegiatan membatik ini sejalan dengan visi madrasah untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya akademis, tetapi juga membentuk karakter, keterampilan, serta kecintaan pada budaya bangsa.
> “Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Adi yang telah membimbing anak-anak dengan penuh kesabaran. Kegiatan membatik ini tidak hanya bernilai seni, tetapi juga mendidik siswa untuk disiplin, teliti, dan sabar dalam menghadapi proses. Inilah pendidikan karakter yang ingin terus kami kuatkan di MTsN 2 Solok,” ujar Erdinal.
Ia menambahkan bahwa pihak madrasah berkomitmen menjadikan kegiatan membatik sebagai program berkelanjutan. Erdinal melihat potensi besar dalam mengembangkan pembelajaran seni budaya menjadi ekstrakurikuler unggulan, sehingga siswa bisa lebih mendalami teknik membatik, mengenal motif khas daerah, dan bahkan berkreasi menciptakan motif baru.
> “Ke depan, kami berencana menjadikan membatik bukan hanya kegiatan pembelajaran di kelas, tetapi juga program ekstrakurikuler. Dengan demikian, siswa bisa lebih intensif belajar, bahkan menghasilkan karya batik yang bisa dipamerkan dalam kegiatan madrasah maupun event kebudayaan di luar sekolah,” tambahnya.
Batik dan Citra Madrasah
Lebih lanjut, Erdinal menegaskan bahwa membatik dapat menjadi salah satu identitas positif MTsN 2 Solok. Menurutnya, madrasah tidak hanya berperan dalam membentuk siswa berprestasi secara akademik, tetapi juga harus menjadi garda terdepan dalam melestarikan budaya lokal dan nasional.
> “Batik adalah kebanggaan bangsa. Jika siswa MTsN 2 Solok bisa menguasai keterampilan ini, maka kita ikut andil menjaga budaya bangsa. Bahkan, suatu saat bukan mustahil hasil karya batik anak-anak kita bisa menjadi ciri khas madrasah, dikenal masyarakat, dan menjadi kebanggaan Kabupaten Solok,” jelasnya.
Menjadikan Batik Kebanggaan Bersama
Kegiatan membatik di MTsN 2 Solok bukan hanya sebatas praktek seni, melainkan wujud nyata dalam melestarikan warisan budaya. Dengan semangat kebersamaan, siswa diajak untuk bangga mengenakan batik dan menjadikannya bagian dari identitas bangsa.( Yef )


Tidak ada komentar:
Posting Komentar