Kepala Tata Usaha MAN 2 Solok Luncurkan Buku “Adat Istiadat Pasilihan”

Kepala Tata Usaha MAN 2 Solok Luncurkan Buku “Adat Istiadat Pasilihan”

Redaksi

Singkarak, SumbarMaju.com – Sebuah karya monumental kembali lahir dari dunia pendidikan di Kabupaten Solok. Kepala Tata Usaha Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Solok, Amri, Dt. Mangkuto Kayo, S.Pd.I., M.Pd., yang juga dipercaya sebagai Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Pasilihan, secara resmi meluncurkan buku berjudul “Adat Istiadat Pasilihan”.

Buku ini hadir sebagai dokumentasi berharga yang mengulas sejarah panjang Nagari Pasilihan, sistem adat, filosofi Minangkabau yang dianut masyarakat setempat, hingga praktik budaya yang masih hidup sampai hari ini. Kehadirannya dinilai sangat penting sebagai sumber bacaan, rujukan akademik, sekaligus panduan adat bagi generasi muda yang menjadi pewaris budaya.


Dalam sambutannya, Amri menyampaikan bahwa penulisan buku ini dilatarbelakangi oleh keinginannya untuk melestarikan adat dalam bentuk tulisan, agar tidak hilang bersama waktu.

> “Banyak generasi muda yang kini lebih mengenal budaya luar dibandingkan adat sendiri. Melalui buku ini, saya ingin memberi pengingat bahwa adat adalah jati diri kita. Jika jauh dari adat, berarti kita kehilangan identitas. Semoga buku ini menjadi pegangan bagi anak cucu kita,” ungkapnya.



Peluncuran buku ini mendapat apresiasi luas dari berbagai kalangan. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Solok, H. Zulkifli, S.Ag., MM, menegaskan bahwa karya Amri adalah kontribusi besar bagi masyarakat.


> “Karya ini adalah bentuk nyata kepedulian terhadap pelestarian adat dan budaya lokal. Saya sangat mengapresiasi Bapak Amri yang tidak hanya mengabdi di dunia pendidikan, tetapi juga menghadirkan sebuah karya tulis yang bermanfaat luas. Buku ini akan menjadi referensi penting bagi generasi muda kita,” ujarnya.



Apresiasi serupa datang dari Kepala MAN 2 Solok, H. Maidison, S.Pd., yang menilai karya tersebut menjadi teladan bagi civitas madrasah.


> “Kami sangat bangga dengan pencapaian Bapak Amri. Beliau telah menunjukkan bahwa seorang tenaga kependidikan tidak hanya bekerja secara administratif, tetapi juga mampu menghadirkan karya besar dalam bentuk tulisan. Semoga buku ini memberi manfaat luas dan menginspirasi keluarga besar MAN 2 Solok untuk terus berkarya,” ungkapnya.



Acara launching yang berlangsung di Singkarak itu dihadiri sejumlah tokoh masyarakat, ninik mamak, guru, serta tenaga kependidikan. Mereka menyambut dengan penuh antusias, karena karya ini diyakini akan memperkaya literatur tentang adat Minangkabau, sekaligus menjadi sumber pengetahuan yang dapat dipelajari lintas generasi.


Lebih dari sekadar buku, “Adat Istiadat Pasilihan” adalah sebuah pengingat bahwa adat dan pendidikan adalah dua sisi yang saling melengkapi. Pendidikan membekali generasi dengan ilmu pengetahuan modern, sementara adat memastikan mereka tetap berakar pada nilai dan budaya sendiri.


Dengan lahirnya buku ini, masyarakat Pasilihan dan Kabupaten Solok secara umum berharap agar adat istiadat semakin dicintai, dijaga, serta diwariskan dengan penuh kebanggaan. Di tengah derasnya arus globalisasi, kearifan lokal adalah benteng moral dan identitas yang tak ternilai harganya. ( Yef / RN )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar