Solok, 15 September 2025 .SumbarMaju.Com – Upacara bendera Senin pagi di MTsN 2 Solok menjadi momen penuh inspirasi bagi siswa kelas IX.G. Bertempat di halaman madrasah, upacara ini dipimpin oleh wali kelas IX.G, Ibuk Susila Nenti, S.Ag, dengan pembina upacara Ibuk Ramadanis, S.Pd. Kegiatan yang diikuti seluruh siswa dan guru ini berjalan tertib dan lancar, meski masih terdapat beberapa kekurangan yang wajar dalam pelaksanaan pertama kali bagi kelas yang bertugas.
Dalam amanatnya, Ibuk Ramadanis memberikan apresiasi tinggi atas kerja sama seluruh siswa yang menjadi pelaksana. “Hal itu biasa selama ananda terus mau belajar dan berusaha semaksimal mungkin,” ujarnya. Pesan utama yang disampaikan adalah pentingnya kemandirian dalam belajar dan kehidupan sehari-hari.
Beliau menegaskan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh tingkat kecerdasan, tetapi juga oleh kemampuan untuk mandiri. “Jika seseorang dengan tingkat kecerdasan yang sama memiliki kemandirian tinggi, maka kesuksesan akan semakin cepat dicapai,” jelasnya. Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa mandiri bukan berarti menolak bantuan orang lain, tetapi mencoba terlebih dahulu sebelum meminta pertolongan.
Contoh kemandirian dapat terlihat dalam kegiatan ekstrakurikuler pramuka, di mana siswa dituntut mampu melaksanakan tugas sesuai instruksi secara mandiri. Selain itu, siswa juga dianjurkan untuk memanfaatkan teknologi dan fasilitas belajar yang tersedia dari orang tua atau lingkungan, agar kemampuan belajar semakin optimal. “Jika tidak mulai dari sekarang, kita akan kesulitan bersaing di masa depan,” tambahnya.
Suasana upacara pagi itu terasa khidmat. Siswa berdiri rapi, memperhatikan setiap kata yang disampaikan pembina. Beberapa siswa menyampaikan kesan mereka setelah upacara. Rifki, salah satu siswa kelas IX.G, mengatakan, “Saya jadi sadar kalau selama ini terlalu sering menunggu arahan guru. Mulai sekarang saya ingin lebih mandiri dalam belajar.” Siti menambahkan, “Pesan Bu Ramadanis membuat saya termotivasi untuk menggunakan teknologi dan sumber belajar lain agar bisa lebih cepat memahami pelajaran.”
Tanggapan Kepala Sekolah, Erdinal, S.Pd
Kepala Sekolah, Erdinal, S.Pd, memberikan apresiasi kepada seluruh siswa dan guru yang terlibat. Menurut beliau, kegiatan upacara bukan sekadar rutinitas, tetapi sarana penting untuk menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian. “Kami berharap setiap siswa bisa memahami bahwa keberhasilan datang dari usaha sendiri dan kemandirian dalam belajar. Upacara ini sekaligus menjadi media pendidikan karakter yang sangat penting bagi pengembangan diri mereka,” ujar Kepala Sekolah.
Pembina upacara menutup amanatnya dengan doa agar seluruh siswa dapat mengembangkan jiwa mandiri. Hal ini diharapkan mempermudah mereka meraih kesuksesan di masa depan, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Kutipan inspiratif dari amanat upacara:
"Mandiri itu sederhana, hanya tak menggantungkan hidup pada seseorang."
Upacara bendera kelas IX.G kali ini menjadi lebih dari sekadar kegiatan rutin. Lebih dari itu, menjadi momentum bagi siswa untuk menanamkan nilai kemandirian, disiplin, dan tanggung jawab, yang akan menjadi bekal penting dalam perjalanan pendidikan dan kehidupan mereka ke depan.( Yef )
.jpg)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar