Saning Bakar.SumbarMaju.com – Pagi yang cerah diiringi sejuknya udara Saning Bakar menjadi saksi khidmatnya pelaksanaan upacara bendera di Pondok Pesantren Muhammadiyah (PontrenMu) Saning Bakar. Sejak pukul 07.00 WIB, para santri sudah berbaris rapi di lapangan dengan penuh disiplin. Bendera Merah Putih berkibar megah di langit biru, menyatukan semangat nasionalisme dengan nilai-nilai keislaman yang menjadi ruh pendidikan di pesantren, Senin 22 September 2025.
Pada kesempatan ini, seluruh rangkaian upacara dipimpin langsung oleh anggota Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM). Para anggota IPM tampil percaya diri menjalankan tugas, mulai dari pemimpin upacara, pengibar bendera, hingga pembaca teks Pancasila. Kekompakan mereka menjadi bukti nyata bahwa kaderisasi di pesantren berjalan dengan baik, melahirkan generasi muda yang terlatih dalam kepemimpinan dan kedisiplinan.
Bertindak sebagai pembina upacara, Ustadz M. Farhan Elnur menyampaikan amanat dengan tema “Empat Tahapan Kita Berinteraksi dengan Al-Qur’an.” Dengan suara lantang dan penuh keteduhan, beliau menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah pedoman hidup yang harus senantiasa dihidupkan dalam diri setiap santri.
Menurutnya, interaksi dengan Al-Qur’an dimulai dari tilawah, yakni mengulang-ulang bacaan ayat dengan benar dan indah. Lalu qira’at, membaca ayat-ayat Al-Qur’an sambil memahami terjemahannya. Selanjutnya adalah tadarus, yakni mendalami kandungan dan makna ayat, dan puncaknya adalah tadabur, yaitu merenungkan ayat-ayat Allah hingga melahirkan hikmah nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Keempat tahapan ini adalah jalan bagi kita untuk semakin dekat dengan Allah. Jangan hanya berhenti di membaca, tapi berusahalah untuk memahami, mempelajari, dan memaknai, sehingga Al-Qur’an benar-benar hadir dalam perilaku dan amal kita sehari-hari,” ujar Ustadz Farhan dalam amanatnya.
Beliau menekankan bahwa santri harus mampu menjadi teladan di tengah masyarakat dengan menunjukkan akhlak mulia yang bersumber dari ajaran Al-Qur’an. “Kita ingin santri PontrenMu menjadi generasi Qur’ani yang tidak hanya pintar secara intelektual, tetapi juga berkarakter, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat,” tambahnya.
Suasana upacara semakin syahdu ketika seluruh peserta bersama-sama melantunkan doa di penghujung acara. Doa dipanjatkan agar para santri selalu diberi kekuatan dalam menuntut ilmu, menjaga semangat kebersamaan, dan istiqamah dalam menjalankan ajaran Islam.
Salah seorang santri, Ahmad (kelas XI), mengungkapkan rasa bangganya bisa mengikuti upacara ini. “Setiap Senin kami selalu mendapat pesan berharga dari para ustadz. Hari ini saya merasa semakin bersemangat untuk lebih rajin membaca dan mempelajari Al-Qur’an,” tuturnya.
Senada dengan itu, salah satu pengurus IPM, Nur Aisyah, menyebut bahwa kesempatan menjadi pelaksana upacara adalah pengalaman berharga. “Kami merasa diberi amanah besar. Selain melatih tanggung jawab, ini juga melatih kepemimpinan kami sebagai pelajar Muhammadiyah,” katanya.
Pelaksanaan upacara bendera di PontrenMu Saning Bakar bukan hanya menjadi rutinitas formal. Kegiatan ini telah menjelma sebagai sarana pendidikan karakter, penguatan iman, serta penanaman rasa cinta tanah air. Nilai-nilai nasionalisme berpadu indah dengan semangat keislaman, menjadikan santri tidak hanya cinta Al-Qur’an, tetapi juga cinta pada bangsa dan negara.
Dengan penyelenggaraan yang konsisten setiap pekan, upacara bendera di PontrenMu terus meneguhkan tekad pesantren untuk mencetak generasi muda yang tangguh, berwawasan luas, berakhlak mulia, serta siap berperan aktif dalam masyarakat. Harapannya, santri PontrenMu Saning Bakar menjadi teladan, baik di lingkungan pesantren maupun di tengah umat.( Yef )


Tidak ada komentar:
Posting Komentar