Saniangbaka, Solok, SumbarMaju.com — Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan X Koto Singkarak terus menunjukkan komitmennya dalam membina generasi muda melalui kegiatan Bina Remaja Usia Sekolah (BRUS) dan Sosialisasi Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (PAAREDI) yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Muhammadiyah Saning Bakar,Kegiatan ini digelar pada Senin, 6 Oktober 2025.
Kegiatan tersebut menjadi langkah konkret KUA dalam membentuk karakter remaja Islami yang tangguh menghadapi tantangan zaman. Acara diikuti oleh para santri dengan penuh semangat dan antusiasme, menandakan tingginya minat generasi muda terhadap pembinaan keagamaan dan literasi digital bernilai islami.
Hadir sebagai narasumber, Ibu Noni Futri Dewi, SS.MH, Penyuluh Agama Ahli Madya KUA Kecamatan X Koto Singkarak, menyampaikan pentingnya membangun konsep diri yang sehat serta memperkuat keimanan sebagai benteng utama di era digital.
> “Remaja adalah generasi penentu masa depan bangsa. Mereka perlu dibekali dengan karakter Qur’ani, bijak bermedia, dan berakhlak moderat agar tidak mudah terpengaruh oleh arus informasi negatif,” jelas Noni Futri Dewi dalam pemaparannya.
Turut hadir dalam kegiatan ini Bapak Baitudin, Kepala KUA Kecamatan X Koto Singkarak, yang memberikan apresiasi atas terselenggaranya program tersebut. Menurutnya, pembinaan remaja melalui BRUS dan PAAREDI menjadi bagian dari misi Kemenag untuk menghadirkan layanan bimbingan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
> “Kami berkomitmen menghadirkan kegiatan seperti ini secara berkelanjutan. Pembinaan remaja adalah tanggung jawab bersama agar mereka tumbuh menjadi generasi Islami yang cerdas dan berkarakter,” ungkap Baitudin.
Sementara itu, Kepala Sekolah Pondok Pesantren Muhammadiyah Saning Bakar, Andi Asmar, S.Pd.I, menyampaikan rasa terima kasih kepada pihak KUA X Koto Singkarak atas perhatian dan dukungan besar terhadap para santri. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan secara berkesinambungan.
> “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi santri kami. Melalui pembinaan seperti BRUS dan PAAREDI, mereka belajar menjadi pribadi yang berakhlak mulia, cerdas, dan bijak dalam menggunakan teknologi,” ujar Andi Asmar.
Kegiatan juga mendapat dukungan penuh dari ibu-ibu PKK setempat yang turut serta dalam mendukung kelancaran acara, menunjukkan sinergi positif antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga pendidikan.
Para santri tampak antusias mengikuti sesi interaktif, di mana mereka diajak berdiskusi mengenai tantangan media sosial, etika berinternet, serta cara menanamkan nilai-nilai keislaman dalam aktivitas digital sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, KUA X Koto Singkarak berharap dapat memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya pola asuh anak dan remaja yang seimbang antara nilai agama, budaya, dan kemajuan teknologi.
Dengan terselenggaranya BRUS dan PAAREDI di Pondok Pesantren Muhammadiyah Saning Bakar ini, KUA X Koto Singkarak menegaskan perannya sebagai garda depan dalam membina generasi muda agar menjadi pribadi Qur’ani yang bijaksana, moderat, dan berakhlak mulia di tengah tantangan era digital.( Yef )


Tidak ada komentar:
Posting Komentar