Sumbarmaju.com— Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM Dt. Tan Batuah, menghadiri acara Batagak Pangulu Urang Sapuluah Nagari Lasi tahun 2025, yang digelar di Balai Adat Nagari Lasi, Kecamatan Canduang, Sabtu (4/10/2025).
Dalam kegiatan adat yang sarat makna ini, sebanyak 60 orang pangulu dikukuhkan sebagai pemimpin kaum masing- masing. Prosesi berlangsung khidmat, diiringi lantunan doa dan adat istiadat khas Minangkabau.
Wali Nagari Lasi, Andrizal, menyampaikan bahwa pengukuhan ini merupakan momentum penting dalam melestarikan nilai-nilai adat dan memperkuat struktur kepemimpinan tradisional di tengah masyarakat.
“Seorang pangulu adalah pucuk pimpinan dalam kaumnya. Ia menjadi panutan, pengayom, sekaligus penjaga marwah adat yang diwariskan turun- temurun,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Agam, Benni Warlis, dalam sambutannya menyampaikan bahwa gelar pangulu bukan sekadar simbol kehormatan, melainkan amanah besar yang mengandung tanggung jawab moral dan sosial.
“Gelar penghulu adalah penghargaan dan kepercayaan yang diberikan oleh kaum untuk memimpin dan membimbing anak kemenakan. Ia bukan hanya pemimpin dalam Sako Pusako, tapi juga tumpuan harapan dalam menyelesaikan berbagai persoalan, baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, adat, maupun moral,” ujarnya.
Bupati berpesan kepada para pangulu yang baru dikukuhkan agar senantiasa memegang teguh prinsip adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah dalam menjalankan amanah.
“Gelar ini bukan lambang kemuliaan semata, tetapi beban amanah yang akan dipertanggungjawabkan, baik di dunia maupun di akhirat,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Benni juga mengajak seluruh penghulu dan tokoh masyarakat untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menyukseskan berbagai program pembangunan, seperti Bangkit dari Surau, Nagari Kreatif Berbasis Masjid, Sawah Pokok Murah, serta Pencetakan 100 Entrepreneur Muda.
“Pembangunan tidak akan berhasil bila hanya dijalankan oleh pemerintah. Ia membutuhkan kebersamaan dan dukungan seluruh unsur masyarakat,” tambahnya.
Bupati berharap para pangulu yang baru dikukuhkan mampu menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya, berpegang pada nilai-nilai adat dan kepentingan anak kemenakan.
“Semoga para pemimpin adat ini menjadi teladan dan perekat bagi persatuan nagari, serta membawa kemaslahatan bagi umat,” tutupnya.-
( Syafrianto )


Tidak ada komentar:
Posting Komentar