Sumbarmaju.com, Padang - Suasana Masjid Agung Nurul Iman, Jumat (3/10/2025), terasa khidmat sekaligus penuh semangat. Ribuan pegawai Pemko Padang mengikuti Wirid Gabungan Bulan Oktober, namun di balik lantunan doa, terselip pesan serius dari Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir: Kota Padang akan menghadapi tantangan besar pada 2026, dengan pemotongan dana transfer pusat mencapai Rp500 miliar.
“Ini bukan sekadar angka,” tegas Maigus Nasir, menatap ratusan mata yang menatapnya penuh perhatian. “Ini tantangan nyata bagi kita semua. OPD harus bergerak cepat, proaktif, dan kreatif mencari peluang dari pemerintah pusat.
Dari panggung wirid, Maigus Nasir menyampaikan strategi yang jelas: meskipun ada pengurangan dana, kesempatan untuk mendapatkan pendanaan dari berbagai kementerian tetap terbuka. Kuncinya adalah kesigapan, pemahaman aturan, dan kerja sama tim yang solid.
“Setiap Kepala OPD harus menyiapkan tenaga ahli, memahami Perpres dan Inpres, serta menelusuri sistem kementerian. Ini bukan pekerjaan mudah, tapi kalau kita bersatu dan tanggap, Kota Padang tetap bisa berjalan optimal,” ujarnya.
Di sela-sela arahan, Maigus Nasir menyentuh aspek yang lebih dalam: pentingnya soliditas internal dan semangat bekerja yang dibarengi niat ibadah. Menurutnya, setiap program, setiap kebijakan, harus dilandasi integritas dan ketulusan melayani masyarakat.
“Pengurangan dana pusat adalah ujian. Tapi ujian adalah peluang untuk lebih kreatif, lebih sigap, dan lebih peduli pada masyarakat,” katanya, menegaskan bahwa tantangan ini bisa menjadi pelecut semangat bagi seluruh jajaran Pemko Padang.
Pesan itu tidak hanya sekadar instruksi administratif. Di baliknya, tersirat panggilan untuk berinovasi, bekerja dengan hati, dan menjaga keharmonisan internal OPD. Sebuah pengingat bahwa keberhasilan pelayanan publik bukan semata-mata soal angka, tetapi tentang kebersamaan, strategi, dan niat yang tulus.
Dengan arahan ini, Pemko Padang menegaskan tekadnya: menghadapi tantangan finansial besar dengan strategi cerdas, solidaritas kuat, dan semangat ibadah yang membimbing setiap langkah. Tantangan Rp500 miliar bukan akhir, tapi justru momentum untuk menunjukkan bahwa Kota Padang mampu beradaptasi, bertumbuh, dan tetap memberi yang terbaik bagi warganya. (Dioni)
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar