Singkarak.SumbarMaju.com — MAN 2 Solok menggelar peringatan Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H dengan penuh khidmat dan meriah. Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan keimanan sekaligus ajang menampilkan beragam kreasi Islami siswa yang sarat nilai religius dan edukatif, Rabu (14/1).
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ridho dan Novi yang membuka kegiatan dengan suasana khusyuk. Selanjutnya, doa dipanjatkan oleh Fakhry sebagai ikhtiar agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar serta membawa keberkahan bagi seluruh warga madrasah.
Kepala MAN 2 Solok, H. Maidison, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Isra’ Mi’raj merupakan momentum penting untuk memperkuat keimanan dan akhlak peserta didik.
Ia berharap kegiatan keagamaan seperti ini dapat membentuk karakter siswa yang religius, disiplin, dan berakhlakul karimah.
Nuansa religius semakin terasa melalui penampilan tahfidz Al-Qur’an oleh Surya, Azzam, dan Tsaqif yang mendapat apresiasi dari para hadirin. Pada kesempatan tersebut, Wakil Kepala Madrasah Bidang Humas, Risfanelti, juga memberikan arahan dan motivasi kepada siswa agar menjadikan nilai-nilai Isra’ Mi’raj sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Puncak kegiatan diisi dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Ustadz Doni Hevriendri, S.Pd.I. Dalam tausiahnya, beliau mengajak seluruh peserta untuk meneladani perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra’ dan Mi’raj, khususnya dalam meningkatkan kualitas ibadah salat serta akhlak mulia.
Kegiatan semakin semarak dengan lantunan Asmaul Husna oleh siswa kelas XI F4 yang menggugah kekhusyukan. Kreativitas siswa juga ditampilkan melalui puisi berangkai oleh Zahwa, Laura, dan Silka, serta tari kreasi Islami yang dibawakan oleh Aulia bersama rekan-rekannya.
Sebagai penutup, paduan suara kelas XI F4 tampil memukau dan menambah kesan mendalam bagi seluruh peserta. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib, lancar, dan penuh makna.
Melalui peringatan Isra’ Mi’raj ini, MAN 2 Solok berharap nilai-nilai keislaman dapat tertanam kuat dalam diri siswa serta menjadi motivasi untuk meningkatkan keimanan, kedisiplinan, dan prestasi di lingkungan madrasah. ( Yef / DKK)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar