PWM Sumatera Barat Silaturahmi ke Saningbaka, Momentum Refleksi dan Transformasi Amal Usaha Muhammadiyah Pasca Banjir Bandang.

PWM Sumatera Barat Silaturahmi ke Saningbaka, Momentum Refleksi dan Transformasi Amal Usaha Muhammadiyah Pasca Banjir Bandang.

Redaksi

Saningbaka. SumbarMaju. Com, — Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat melaksanakan silaturahmi dengan Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) X Koto Singkarak di Nagari Saningbaka, Jumat (23/01/2026). Kunjungan ini bukan sekadar agenda organisasi, tetapi menjadi momentum refleksi dan konsolidasi pasca musibah banjir bandang yang melanda Saningbaka dan berdampak langsung pada amal usaha Muhammadiyah.

Ketua PWM Sumatera Barat, DR. Bahtiar, menyampaikan bahwa pertemuan tersebut merupakan silaturahmi ketiga yang dilakukan sejak bencana terjadi. Namun, baru kali ini ia dapat bertemu langsung secara tatap muka dengan Ketua PCM X Koto Singkarak, sehingga pertemuan ini dinilai lebih substantif dan strategis.


“Musibah banjir bandang yang melanda Saningbaka bukan hanya bencana alam, tetapi juga ujian bagi kita semua untuk melakukan introspeksi dan pembenahan. Amal usaha Muhammadiyah, khususnya MTs Muhammadiyah, terdampak langsung. Ini menjadi panggilan bagi kita untuk menata kembali sistem pengelolaan yang ada,” ujar Bahtiar dalam pertemuan tersebut.


Menurut Bahtiar, musibah harus dipandang sebagai titik balik untuk melakukan transformasi kelembagaan.

 Ia menegaskan bahwa Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat mendorong pengelolaan amal usaha Muhammadiyah di Ranting Saningbaka—baik MTs Muhammadiyah maupun MA Muhammadiyah—dilakukan secara lebih profesional, terintegrasi, dan berbasis manajemen modern.


“Kita tidak bisa lagi berjalan dengan pola lama. Amal usaha Muhammadiyah harus dikelola secara profesional, bersinergi antar pimpinan, serta mampu bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Pendidikan adalah investasi jangka panjang umat dan bangsa, sehingga manajemennya harus kuat, transparan, dan visioner,” tegasnya.


Dalam refleksinya, Bahtiar juga mengingatkan bahwa Saningbaka memiliki sejarah panjang sebagai basis Muhammadiyah yang kokoh di Kabupaten Solok. Muhammadiyah, menurutnya, telah menjadi bagian dari denyut nadi kehidupan masyarakat, baik yang bermukim di kampung halaman maupun yang merantau ke berbagai daerah.


“Sejak dulu, Muhammadiyah telah menyatu dengan kehidupan masyarakat Saningbaka.


 Dari generasi ke generasi, Muhammadiyah hadir dalam pendidikan, dakwah, dan sosial kemasyarakatan. Ini adalah modal sosial yang sangat besar yang harus kita jaga dan perkuat,” katanya.


Silaturahmi ini mendapat sambutan hangat dari tokoh masyarakat Saningbaka, Buya Ridwan Husein, yang juga mantan Wali Nagari Saningbaka. Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Barat yang turun langsung melihat kondisi dan memberikan arahan strategis.


“Kehadiran pimpinan wilayah ini memberikan semangat baru bagi kami di Saningbaka.


 Muhammadiyah di nagari ini bukan hanya organisasi, tetapi sudah menjadi bagian dari identitas sosial dan budaya masyarakat. Oleh karena itu, penguatan amal usaha Muhammadiyah sangat penting bagi masa depan generasi muda,” ujar Ridwan Husein.


Dalam kunjungan tersebut, Ketua PWM Sumatera Barat didampingi Wakil Ketua Buya Afrijal Harun. 


Sementara dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Solok turut hadir Ketua Buya Darman dan Wakil Ketua Albert Chaniago, yang bersama-sama menyatakan komitmen untuk memperkuat sinergi lintas struktur Muhammadiyah.


Pertemuan ini juga menjadi forum diskusi mengenai langkah-langkah konkret pemulihan pasca bencana, termasuk perbaikan sarana prasarana pendidikan, penguatan sumber daya manusia guru dan tenaga kependidikan, serta penataan tata kelola lembaga pendidikan Muhammadiyah agar lebih adaptif dan resilien terhadap tantangan ke depan.


Para pimpinan Muhammadiyah sepakat bahwa bencana tidak boleh menghentikan langkah dakwah dan pendidikan, justru harus menjadi pemicu untuk bangkit lebih kuat. 


Amal usaha Muhammadiyah di Saningbaka diharapkan tidak hanya pulih, tetapi tumbuh sebagai pusat pendidikan Islam modern yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.


Silaturahmi ini sekaligus menegaskan komitmen Muhammadiyah Sumatera Barat untuk terus hadir di tengah umat, menguatkan jaringan persyarikatan hingga tingkat ranting, serta memastikan amal usaha Muhammadiyah tetap menjadi pilar utama dalam pembangunan pendidikan dan sosial kemasyarakatan.( Yef)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar