Bangun Karakter Berbasis ABS-SBK, SMAN 4 Solok Selatan Angkat Sumbang Duo Baleh di Pesantren Ramadan

Bangun Karakter Berbasis ABS-SBK, SMAN 4 Solok Selatan Angkat Sumbang Duo Baleh di Pesantren Ramadan

Redaksi

Sumbarmaju.com, Solok Selatan – Komitmen membangun generasi berkarakter kembali ditegaskan oleh SMAN 4 Solok Selatan melalui kegiatan Pesantren Ramadan 1447 H/2026 M, Jumat (27/02/2026). Mengusung tema penguatan nilai Sumbang Duo Baleh, sekolah ini menjadikan momentum Ramadan sebagai ruang pembinaan akhlak sekaligus pelestarian adat Minangkabau.

Dalam suasana religius dan penuh kekhidmatan, para siswa mengikuti pemaparan materi tentang Sumbang Duo Baleh—dua belas aturan adat yang mengatur tata krama dan perilaku perempuan Minang. Mulai dari cara duduk, berdiri, berjalan, berbicara, berpakaian, hingga bergaul, seluruhnya menjadi pedoman moral yang diwariskan turun-temurun. Nilai ini bukan sekadar tradisi, tetapi menjadi benteng kehormatan diri dan keluarga.


Kepala SMAN 4 Solok Selatan, Akmalu Rijal Putra, S.Pd., M.M, menegaskan bahwa pendidikan karakter harus berjalan seiring dengan pendidikan akademik. Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga identitas budaya generasi muda di tengah derasnya arus globalisasi.


“Pendidikan bukan hanya soal nilai rapor, tetapi bagaimana siswa memiliki akhlak, sopan santun, dan kebanggaan terhadap adatnya. Falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah harus menjadi napas dalam setiap proses pembelajaran,” ujarnya.


Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi yang melibatkan siswa secara aktif. Banyak peserta yang mengungkapkan pandangan dan pengalaman mereka terkait penerapan nilai kesantunan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.


Momentum Ramadan pun dimanfaatkan sebagai sarana refleksi diri. Melalui penguatan nilai Sumbang Duo Baleh, SMAN 4 Solok Selatan berharap lahir generasi Minang yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh dalam etika, santun dalam bertutur, serta bangga menjaga jati diri budaya di tengah perubahan zaman. (A.R)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar