Bupati Agam, Datangi Kementrian PUPR, Usulkan Pembangunan Kembali Infrastruktur Terdampak Bencana.

Bupati Agam, Datangi Kementrian PUPR, Usulkan Pembangunan Kembali Infrastruktur Terdampak Bencana.

Redaksi

 Sumbarmaju.com- Bupati Agam, Benni Warlis, melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Pekerjaan Umum membahas pengusulan pembangunan infrastruktur yang terkena bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Agam bertemu dengan Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum (Dirjen PI) Kementerian PU, Rachman Arief Dienaputra serta jajaran direktur terkait untuk membahas dukungan pembiayaan pembangunan dan rehabilitasi sejumlah infrastruktur vital yang rusak akibat bencana.


Adapun infrastruktur yang diusulkan meliputi perbaikan dan pembangunan kembali ruas jalan kabupaten yang terdampak banjir dan longsor, pembangunan jembatan gantung di wilayah terisolir, rehabilitasi jaringan irigasi pertanian, serta pemulihan sarana air bersih bagi masyarakat.

Benni Warlis menyampaikan, kerusakan infrastruktur tersebut berdampak langsung terhadap mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta akses pelayanan dasar.



“Kami berharap dukungan dari pemerintah pusat melalui skema penganggaran infrastruktur agar pemulihan jalan, jembatan gantung, irigasi, dan air bersih dapat segera direalisasikan. Ini menyangkut kebutuhan dasar dan keberlangsungan ekonomi masyarakat,” ujarnya.


Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Agam telah menyiapkan dokumen teknis dan data pendukung sebagai bahan pertimbangan dalam proses penganggaran di tingkat kementerian.


Sementara itu, pihak Direktorat Jenderal Penganggaran Infrastruktur menyambut baik usulan tersebut dan akan melakukan kajian lebih lanjut sesuai mekanisme serta prioritas nasional yang berlaku.


Melalui pertemuan ini, diharapkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur terdampak bencana di Kabupaten Agam dapat berjalan lebih cepat, sehingga aktivitas masyarakat kembali normal dan ketahanan daerah terhadap risiko bencana semakin meningkat.-( Syafrianto )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar