PADANG PARIAMAN. SumbarMaju. Com — Asrama Haji Padang Pariaman dinilai sebagai aset strategis Sumatera Barat yang berpotensi besar dikembangkan menjadi pusat ekosistem ekonomi haji dan umrah. Letaknya yang berdekatan dengan Bandara Internasional Minangkabau serta dukungan lahan yang luas menjadi keunggulan kompetitif yang jarang dimiliki fasilitas serupa di daerah lain.
Penilaian tersebut disampaikan Tenaga Ahli Bidang Humas dan Media Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia, Ichsan Marsha, saat melakukan kunjungan kerja ke Asrama Haji Padang Pariaman, Kamis (12/2/2026).
“Secara lokasi dan kapasitas, Asrama Haji Padang Pariaman sangat potensial dikembangkan sebagai bagian dari ekosistem ekonomi haji di Sumatera Barat. Ini aset strategis yang perlu dioptimalkan,” ujar Ichsan usai meninjau fasilitas asrama.
Menurutnya, asrama haji tidak hanya berfungsi sebagai pusat pelayanan jemaah saat musim haji, tetapi juga memiliki peluang besar menjadi pusat aktivitas keagamaan, sosial, dan ekonomi umat yang berkelanjutan. Pengembangan ekosistem ekonomi haji diyakini mampu mendorong tumbuhnya sektor pendukung seperti UMKM, jasa layanan, pelatihan manasik, hingga kegiatan keumatan sepanjang tahun.
Dalam kunjungan tersebut, Ichsan turut mengapresiasi langkah pembenahan yang dilakukan Kepala Asrama Haji Kelas I Padang, Afrizen, meskipun pengelolaan Asrama Haji Padang Pariaman masih berada dalam masa transisi kelembagaan dan proses penetapan pagu anggaran.
“Di tengah keterbatasan anggaran dan proses transisi pengelolaan, pembenahan tetap berjalan. Ini menunjukkan komitmen kuat agar asrama tetap terawat dan siap dikembangkan,” katanya.
Kepala Asrama Haji Kelas I Padang, Afrizen, menegaskan pihaknya berkomitmen menjadikan Asrama Haji Padang Pariaman sebagai aset negara yang memberi manfaat luas bagi masyarakat, tidak hanya terbatas pada musim haji.
“Kami terus melakukan pembenahan bertahap agar asrama bisa berfungsi optimal. Prinsip kami, asrama haji harus hidup, produktif, dan memberi manfaat bagi umat serta masyarakat sekitar,” ujar Afrizen.
Ia menambahkan, ke depan pengembangan diarahkan agar Asrama Haji Padang Pariaman tidak hanya menjadi fasilitas layanan haji, tetapi juga ruang publik keagamaan dan sosial yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Ichsan juga mengapresiasi pemanfaatan Asrama Haji Padang Pariaman sebagai sekolah darurat bagi SMA Negeri 1 Batang Anai yang terdampak bencana. Sejak 19 Januari 2026, sebagian fasilitas asrama digunakan untuk kegiatan belajar-mengajar, setelah sebelumnya dimanfaatkan sebagai lokasi ujian akhir semester ganjil pada akhir 2025.
“Ini menunjukkan peran sosial asrama haji. Ketika dibutuhkan masyarakat, asrama hadir memberi solusi. Pemanfaatan sebagai sekolah darurat sangat bermanfaat dan mencerminkan fungsi keumatan,” ujarnya.
Ke depan, Ichsan menyatakan akan mendorong optimalisasi pemanfaatan Asrama Haji Padang Pariaman agar tidak hanya aktif saat musim haji, tetapi juga memberikan manfaat sepanjang tahun bagi masyarakat dan umat.
“Kami ingin asrama ini benar-benar menjadi pusat aktivitas keumatan dan ekonomi haji yang berkelanjutan di Sumatera Barat,” tutupnya.( Yef)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar