Suami Meninggal, Anak Diasuh Keluarga, Yusmarni Bertahan Hidup Seorang Diri di Gubuk Sederhana.

Suami Meninggal, Anak Diasuh Keluarga, Yusmarni Bertahan Hidup Seorang Diri di Gubuk Sederhana.

Redaksi

Muaro Paneh.Solok.SumbarMaju. Com – Nasib pilu dialami Yusmarni, kelahiran Buluh Kasok tahun 1982, warga Jorong Sawah Ampang, Nagari Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok. Sejak sang suami meninggal dunia dan anaknya diasuh oleh pihak keluarga (dusanak), ia harus menjalani kehidupan seorang diri di sebuah gubuk sederhana yang jauh dari kata layak.Jumat, 27/2/2026.

Gubuk yang ditempatinya berdiri dengan kondisi memprihatinkan. Di dalamnya nyaris tidak terdapat perlengkapan rumah tangga yang memadai. Untuk beristirahat saja, Yusmarni tidak memiliki tempat tidur yang layak. Kebutuhan dasar seperti perlengkapan makan pun sangat terbatas.


Kondisi tersebut mengetuk hati Pj Wali Nagari Muaro Paneh, Haris Wandi, ST. Mendapatkan laporan warga, ia langsung turun ke lokasi untuk melihat keadaan Yusmarni secara langsung.

Sebagai bentuk kepedulian, Haris Wandi menyerahkan bantuan berupa kasur santai, bantal, dan selimut agar Yusmarni dapat beristirahat dengan lebih nyaman, terutama di malam hari yang dingin.


“Sebagai hamba Allah, apalagi dalam kondisi kita sedang berpuasa saat ini, hendaknya kita bisa berbagi. Inilah makna puasa, ketika orang lain menahan haus dan lapar, kita pun harus merasakan dan peduli terhadap sesama,” ujar Haris Wandi.


Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Nagari Muaro Paneh tidak tinggal diam. Haris Wandi, ST telah menyurati Dinas Sosial Kabupaten Solok melalui Kepala Bidang Bantuan Sosial agar Yusmarni dapat masuk dalam data penerima bantuan sosial. Namun hingga saat ini, surat tersebut belum mendapatkan tanggapan.


Meski demikian, pihak nagari berharap ada perhatian lebih lanjut dari instansi terkait agar Yusmarni bisa mendapatkan bantuan yang lebih berkelanjutan dan kehidupan yang lebih layak ke depannya.


Kisah Yusmarni menjadi pengingat bagi kita semua bahwa masih ada saudara-saudara yang hidup dalam keterbatasan. Di bulan suci Ramadhan ini, semangat berbagi dan kepedulian diharapkan semakin tumbuh demi membantu mereka yang membutuhkan.( Yef)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar