Dalam Pesantren Ramadhan, Siswa SMAN 1 X Koto Singkarak Diajarkan Praktik Sholat Jenazah.

Dalam Pesantren Ramadhan, Siswa SMAN 1 X Koto Singkarak Diajarkan Praktik Sholat Jenazah.

Redaksi

Singkarak. SumbarMaju. Com — Kegiatan Pesantren Ramadhan di SMAN 1 X Koto Singkarak diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan yang bertujuan meningkatkan pemahaman dan praktik ibadah para siswa. Salah satu materi yang diberikan kepada peserta adalah pemahaman sekaligus praktik pelaksanaan sholat jenazah.Rabu, 11/3/2026.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa diberikan penjelasan mengenai tata cara pelaksanaan sholat jenazah sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Materi ini diberikan agar para siswa tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga mampu melaksanakannya ketika dibutuhkan di tengah masyarakat.


Ketua Panitia Pesantren Ramadhan SMAN 1 X Koto Singkarak, Rio Andesko S.Pd.I, Gr, menyampaikan bahwa pembelajaran tentang sholat jenazah sangat penting diberikan kepada para siswa sebagai bagian dari pendidikan agama yang aplikatif.

Menurutnya, sholat jenazah merupakan salah satu kewajiban umat Islam yang bersifat fardhu kifayah, sehingga generasi muda perlu mengetahui dan memahami tata cara pelaksanaannya dengan benar.


“Melalui kegiatan Pesantren Ramadhan ini, kita berharap siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan langsung tata cara sholat jenazah. Ini penting sebagai bekal bagi mereka ketika berada di tengah masyarakat,” ujarnya.


Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan yang juga Guru Pendidikan Agama Islam, Yefrimon S.Ag. Ia menekankan bahwa setiap siswa harus memahami dan mampu melaksanakan tata cara sholat jenazah sesuai dengan syariat Islam.


Menurutnya, khusus bagi siswa laki-laki, kemampuan melaksanakan sholat jenazah menjadi hal yang sangat penting, karena laki-laki kelak akan menjadi imam dalam pelaksanaan sholat jenazah di tengah keluarga maupun masyarakat.


“Setiap siswa harus mampu dan paham tentang tata cara sholat jenazah yang sesuai syariat Islam. Terutama siswa laki-laki, mereka harus bisa karena nantinya akan menjadi imam sholat jenazah. Jika suatu saat orang tua atau saudara kita meninggal dunia, tentu lebih baik keluarga sendiri yang memimpin dan melaksanakannya, bukan harus selalu orang lain,” ungkapnya.


Melalui kegiatan praktik dalam Pesantren Ramadhan ini, diharapkan para siswa memiliki bekal ilmu dan keterampilan yang cukup dalam melaksanakan sholat jenazah serta mampu mengamalkannya ketika berada di tengah masyarakat.( Yef)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar