Saniang Baka_Kabupaten Solok, SumbarMaju.com — Bencana banjir bandang (galodo) yang melanda Nagari Saniang Baka menyisakan dampak panjang bagi masyarakat. Lahan pertanian yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi warga kini tertimbun pasir, kerikil, dan bebatuan.
Kondisi tersebut membuat aktivitas bertani nyaris terhenti total. Warga yang sebelumnya menggantungkan hidup dari sektor pertanian kini harus mencari alternatif lain untuk bertahan.
Di tengah keterbatasan itu, perairan Danau Singkarak menjadi tumpuan harapan baru bagi masyarakat setempat.
Sejumlah warga terlihat kembali menebar jala di tepian danau, Senin (23/3/2026).
Aktivitas ini menjadi salah satu upaya untuk menyambung ekonomi keluarga di tengah masa pemulihan pascabencana.
Roga (58), salah seorang warga, mengaku mulai kembali menjala ikan sejak sebulan terakhir. Namun, hasil tangkapan belum menentu dan sangat bergantung pada kondisi.
“Saya tidak setiap hari turun. Kadang dalam seminggu dua sampai tiga kali saja, tergantung kondisi,” ujarnya.
Menurut Roga, bencana galodo tidak hanya merusak lahan, tetapi juga mengubah pola mata pencaharian masyarakat. Warga yang sebelumnya tidak pernah ke danau kini mulai beralih menjadi nelayan.
Dalam sekali menjala, hasil yang diperoleh berkisar antara 0,5 hingga 2 kilogram ikan bilih. Jika hasil sedikit, ikan digunakan untuk konsumsi keluarga, sementara jika lebih akan dijual sekitar Rp60 ribu per kilogram.
Sementara itu, kondisi pertanian warga masih jauh dari kata pulih. Eka, seorang petani setempat, menyebut lahan sawah yang biasa digarap kini belum dapat dimanfaatkan kembali.
“Biasanya kami menggarap sawah, tapi sekarang ditinggalkan karena tertimbun pasir, kerikil, dan batu besar. Sampai sekarang belum bisa digarap,” ungkapnya.
Nagari Saniang Baka menjadi salah satu wilayah yang terdampak cukup parah. Sedikitnya 25 rumah hanyut dan lahan pertanian rusak berat, dengan total kerugian mencapai miliaran rupiah.
Tokoh muda setempat, Mulyadi Raja, berharap pemerintah segera mempercepat pemulihan infrastruktur, mulai dari akses jalan, irigasi sawah hingga pemasangan batu bronjong, agar masyarakat bisa kembali bangkit tanpa rasa waswas. (Yef)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar