Pawai Khatam Al-Qur’an Nagari Salo Semarak, Bupati Agam Ajak Generasi Muda Perkuat Iman.

Pawai Khatam Al-Qur’an Nagari Salo Semarak, Bupati Agam Ajak Generasi Muda Perkuat Iman.

Redaksi

Agam Sumbar – Bupati Agam, Ir H Benni Warlis MM Dt Tan Batuah lepas secara resmi pawai khatam Al-Qur’an ke-XXVI yang digelar di Masjid Muslimin, Kampuang Tangah, Jorong Tigo Kampuang, Nagari Salo, Kecamatan Baso, Senin (23/3/2026).

Pawai khatam Al-Qur’an ini menjadi momentum istimewa bagi masyarakat, terutama dalam menyemarakkan Hari Raya Idul Fitri.

Selain diikuti oleh anak- anak yang telah menamatkan bacaan Al-Qur’an, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antara masyarakat di kampung halaman dengan para perantau.


Wali Nagari Salo, Imrizal Pratama, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang terus dilestarikan oleh masyarakat.


Menurutnya, pelaksanaan pawai khatam Al-Qur’an tidak hanya menjadi tradisi keagamaan, tetapi juga wadah memperkuat hubungan kekeluargaan.


“Setiap tahunnya kegiatan ini digelar secara bergiliran di surau dan masjid yang ada di Nagari Salo. Tahun ini, Masjid Muslimin mendapat kehormatan sebagai tuan rumah,” ujarnya.


Ia menambahkan, jumlah peserta khatam Al-Qur’an tahun ini sebanyak 32 orang, yang merupakan gabungan dari anak-anak di perantauan dan yang berdomisili di kampung, dari jumlah tersebut, terdiri dari 13 laki-laki dan 17 perempuan.


Sementara itu, Bupati Agam, Benni Warlis, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut.


Ia juga mengucapkan selamat kepada anak-anak yang telah menamatkan bacaan Al-Qur’an, serta kepada orang tua dan keluarga yang telah membimbing mereka.



“Pawai khatam Al-Qur’an ini menjadi tanda bahwa anak-anak kita telah menyelesaikan tahap penting dalam belajar membaca Al-Qur’an. Ini merupakan fondasi awal dalam membentuk keimanan yang kuat,” ujarnya.


Bupati juga mengimbau para perantau untuk terus berpartisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan di kampung halaman, terutama pada momen Hari Raya Idul Fitri.


“Momentum seperti ini sangat berharga dan tidak akan terulang dengan cara yang sama. Mari kita jaga kebersamaan dan terus berkontribusi untuk kampung halaman,” ajaknya.


Lebih lanjut, ia menekankan bahwa khatam Al-Qur’an bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk meningkatkan pemahaman.


Mulai dari membaca dengan baik, menghafal, mentadabburi, hingga mengamalkan dan mendakwahkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.


“Harapan kita, generasi muda ini tumbuh menjadi generasi paripurna, cerdas, serta memiliki nilai ‘tahu raso dan pareso’ dengan iman yang kokoh, sehingga mampu mewujudkan generasi emas di masa depan, ” ujarnya.-( Syafrianto )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar