Pemkab Pasaman Barat salurkan bansos kepada korban bencana alamR,abu, 11 Maret 2026 16:20 WIB

Pemkab Pasaman Barat salurkan bansos kepada korban bencana alamR,abu, 11 Maret 2026 16:20 WIB

Redaksi

Sumbarmaju.com_Pemkab Pasaman Barat salurkan bansos kepada korban bencana alam,Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Pasaman Barat Vanvoni Gorbhi saat menyerahkan secara simbolis bantuan sosial jaminan hidup kepada korban bencana alam di Kantor Pos Simpang Empat, Selasa (10/3/2026).

Simpang Empat.Sumbarmaju.com Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat menyalurkan sejumlah bantuan sosial (bansos) kepada korban bencana hidrometeorologi yang terjadi akhir November 2025 lalu.


"Bantuan sosial telah kita salurkan kepada korban. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi mereka," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Pasaman Barat Vanvoni Gorbhi di Simpang Empat, Selasa.


Menurutnya bantuan sosial yang telah disalurkan itu adalah jaminan hidup 77 kepala keluarga (KK) selama 90 hari dengan bantuan Rp15 ribu per jiwa per hari.


Lalu isian hunian tetap kepada 74 KK sebanyak Rp3 juta per KK dan bantuan stimulan sosial ekonomi kepada 74 KK dengan nilai Rp5 juta per KK.


"Dengan adanya bantuan itu diharapkan bisa sedikit mengurangi beban korban bencana alam," katanya.


Sekretaris Daerah Pasaman Barat Doddy San Ismail mengatakan pihaknya telah menyampaikan daftar kebutuhan kepada pemerintah pusat untuk penanggulangan korban bencana alam.




Dari dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi pascabencana yang diusulkan ke pemerintah pusat Pasaman Barat butuh anggaran sebesar Rp846,61 miliar.


Bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 di Pasaman Barat mengakibatkan lima orang meninggal dunia dan tiga orang hilang.


Selain itu, tercatat 83 rumah rusak, 17 ruas jalan dan 15 jembatan rusak, 16 sekolah terdampak, serta 603,39 hektare lahan pertanian terdampak.


Dampak lainnya meliputi kerusakan satu pasar dan tujuh kios, 23 tempat ibadah, serta tiga fasilitas kesehatan.


Adapun estimasi kebutuhan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi tersebut meliputi sektor perumahan sebesar Rp5,7 miliar, infrastruktur Rp680,8 miliar, ekonomi Rp23,5 miliar, sosial Rp2,5 miliar, serta lintas sektor Rp133,8 miliar.


"Total kebutuhan anggaran secara keseluruhan mencapai Rp846,61 miliar," jelasnya.(Aprima Akbar)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar