Perantau Saniangbaka Nilai Ery Dinar Pantas Pimpin Nagari PAW, Pemilihan Bakal Panas dan Awas Kuda Hitam.

Perantau Saniangbaka Nilai Ery Dinar Pantas Pimpin Nagari PAW, Pemilihan Bakal Panas dan Awas Kuda Hitam.

Redaksi

Kabupaten Solok. SumbarMaju. Com — Sejumlah perantau Nagari Saniangbaka yang berada di Tegal dan Tangerang menyampaikan harapan agar sosok Ery Dinar dapat memimpin Nagari Saniangbaka sebagai Wali Nagari Pengganti Antar Waktu (PAW). Menurut para perantau, Ery Dinar dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman untuk memimpin nagari ke depan.Kamis, 12/3/2026.

Hingga saat ini proses pemilihan Wali Nagari Pengganti Antar Waktu di Nagari Saniangbaka, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, belum juga dilaksanakan. Padahal masa jabatan Wali Nagari sebelumnya telah berakhir pada Maret ini.


Saat ini roda pemerintahan Nagari Saniangbaka masih dijalankan oleh Penjabat (Pj) Wali Nagari yang ditunjuk dari pihak kecamatan. Namun masa jabatan Pj tersebut juga telah berakhir, sehingga masyarakat mulai menunggu kepastian kapan pemilihan Wali Nagari PAW akan digelar.

Belum terlaksananya pemilihan tersebut diduga karena beberapa kendala teknis, di antaranya bertepatan dengan bulan suci Ramadhan serta kesiapan lembaga nagari seperti Badan Permusyawaratan Nagari (BPN) dan pemerintah nagari dalam mempersiapkan tahapan pemilihan.


Ketua BPN Nagari Saniangbaka, Ria Viva Syofian, saat dikonfirmasi media ini menyebutkan bahwa pihaknya masih menunggu kesiapan dari pemerintah nagari terkait berbagai kebutuhan teknis pelaksanaan pemilihan tersebut.


“BPN pada dasarnya siap menjalankan tahapan, namun komunikasi dengan pemerintah nagari juga diperlukan. Karena berbagai kebutuhan teknis mulai dari pembentukan panitia hingga persoalan anggaran harus dipersiapkan terlebih dahulu,” ujarnya.


Ia juga menyebutkan kemungkinan setelah Hari Raya Idul Fitri nanti, BPN bersama pemerintah nagari akan mulai mempersiapkan tahapan pelaksanaan pemilihan Wali Nagari Pengganti Antar Waktu, termasuk pembentukan panitia pelaksana.


Sementara itu, seorang tokoh pemuda Nagari Saniangbaka yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa pilihan terhadap calon wali nagari merupakan hak prerogatif masing-masing masyarakat. Namun masyarakat diharapkan bijak dalam menilai calon pemimpin yang akan dipilih.


“Pilihan siapa yang diinginkan menjadi wali nagari adalah hak masing-masing. Namun kita harus bijak menilai calon, bagaimana kapabilitasnya, loyalitasnya, kemampuan manajemen publik, serta kedekatan emosional dengan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa dukungan dari warga perantau terhadap calon tertentu merupakan hal yang sah-sah saja dalam dinamika demokrasi nagari.


“Warga perantau sah-sah saja mendukung calon pilihannya. Namun pada akhirnya yang akan merasakan langsung kepemimpinan dan keberhasilan pembangunan nagari adalah masyarakat yang tinggal di kampung. Mereka yang akan menilai apakah kepemimpinan wali nagari tersebut membawa kemajuan atau tidak bagi nagari,” tambahnya.


Menurutnya, seorang wali nagari harus mampu menjalin kedekatan dengan masyarakat dan pemerintah karena hal tersebut menjadi salah satu kunci penting dalam membangun nagari.


“Kedekatan itu sangat penting, tentu dalam konteks yang positif. Kedekatan antara pemimpin dan masyarakat adalah hal yang wajar dan justru dibutuhkan demi kemajuan nagari,” tutupnya.( AR)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar