Singkarak. Solok. SumbarMaju. Com — Kegiatan Pesantren Ramadhan di SMAN 1 X Koto Singkarak berlangsung khidmat dan penuh antusiasme dari para siswa, Senin, 2/3/2026. Momentum bulan suci dimanfaatkan untuk memperkuat keimanan sekaligus memperdalam pemahaman sejarah dan keteladanan tokoh-tokoh besar Islam.
Materi disampaikan oleh Harmi Zulfina, S.Pd yang mengajak para siswa untuk mengenal dan memahami lebih dalam sosok Umar Ibnu Abdul Aziz dan Agus Salim.
Keduanya dikenalkan sebagai figur pemimpin dan cendekiawan Muslim yang memberikan pengaruh besar, baik dalam pemerintahan maupun perjuangan di tingkat dunia.
Dalam penyampaiannya ditegaskan bahwa sebagai umat Islam, generasi muda tidak cukup hanya mengetahui nama tokoh-tokoh besar tersebut. Lebih dari itu, mereka harus memahami nilai perjuangan, prinsip hidup, serta karakter yang menjadikan kedua tokoh ini dihormati sepanjang masa.
Umar Ibnu Abdul Aziz dikenal sebagai khalifah yang adil, amanah, dan sederhana. Meski memiliki kekuasaan besar sebagai pemimpin Dinasti Umayyah, ia memilih hidup bersahaja dan menempatkan kepentingan rakyat di atas kepentingan pribadi maupun keluarga.
Kepemimpinannya menjadi simbol bahwa jabatan adalah amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Ia melakukan reformasi di berbagai bidang, menegakkan keadilan, serta memastikan kesejahteraan rakyatnya tanpa pandang bulu.
Sementara itu, Agus Salim dikenalkan sebagai tokoh intelektual Muslim Indonesia yang memiliki kecerdasan luar biasa. Dengan penguasaan berbagai bahasa asing, ia tampil sebagai diplomat ulung yang memperjuangkan kepentingan bangsa Indonesia di mata dunia internasional.
Menurut Ketua Panitia Pesantren Ramadhan, Rio Andesko, S.Pd.I., Gr, materi sejarah Islam sangat penting untuk digali dan dipelajari oleh para siswa. Ia menilai, dalam perkembangan kurikulum saat ini, banyak muatan sejarah Islam yang mulai berkurang sehingga generasi muda kurang mengenal tokoh dan peradaban Islam secara utuh.
“Sejarah Islam bukan hanya cerita masa lalu, tetapi sumber inspirasi dan pembentukan karakter. Jika tidak kita gali dan pelajari kembali, maka generasi muda akan kehilangan akar dan jati dirinya,” ungkapnya.
Melalui kegiatan
Pesantren Ramadhan ini, para siswa diharapkan mampu meneladani sikap jujur, tanggung jawab, kesederhanaan, serta semangat menuntut ilmu dari kedua tokoh tersebut. Pesantren Ramadhan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wadah pembentukan karakter generasi muda yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.( Yef)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar