Saniang Baka.SumbarMaju.com — Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi yang dilaksanakan pada Jumat (20/3/2026) di Pondok Pesantren Muhammadiyah Saniang Baka berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan.
Sejak pagi hari, ratusan jamaah dari berbagai kalangan masyarakat telah memadati lokasi untuk menunaikan ibadah sholat Id secara berjamaah.
Sebelum pelaksanaan sholat dimulai, Ridwan Husin selaku pengurus Mesjid Taqwa Muhammadiyah menyampaikan beberapa hal penting kepada jamaah, sekaligus memberikan laporan terkait kegiatan dan perkembangan masjid selama bulan Ramadan.
Dalam penyampaiannya, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh jamaah yang telah berpartisipasi aktif dalam memakmurkan masjid, baik melalui pelaksanaan ibadah maupun kegiatan sosial keagamaan sepanjang Ramadan. Ia juga menyampaikan bahwa berbagai program seperti sholat tarawih, tadarus Al-Qur’an, serta kegiatan sosial berjalan dengan lancar berkat kebersamaan masyarakat.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan Ramadan di Mesjid Taqwa Muhammadiyah dapat terlaksana dengan baik. Ini semua berkat kebersamaan kita,” ujarnya.
Usai penyampaian tersebut, pelaksanaan Sholat Idul Fitri pun dimulai dengan tertib dan penuh kekhusyukan.
Bertindak sebagai khatib, Buya Darman, BA, selaku Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Solok, dalam khutbahnya menyampaikan bahwa Idul Fitri merupakan momentum untuk kembali kepada fitrah serta memperbaiki kualitas iman dan amal.
Dalam khutbahnya, ia menekankan pentingnya konsep “4 I” sebagai landasan dalam beramal, yaitu Ilmu, Iman, Ikhlas, dan Istiqomah.
Menurutnya, keempat nilai ini harus menjadi pedoman hidup agar setiap amal bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
Buya Darman menjelaskan bahwa ilmu merupakan dasar dari setiap amal agar sesuai dengan tuntunan syariat Islam.
Tanpa ilmu, seseorang dapat keliru dalam beribadah dan menjalankan kehidupan.
Selanjutnya, iman menjadi pondasi yang menguatkan hati dan keyakinan dalam menjalankan perintah Allah SWT serta menjauhi larangan-Nya. Iman yang kuat akan melahirkan keteguhan dan kesabaran dalam menghadapi berbagai ujian.
Sementara itu, ikhlas merupakan ruh dari setiap amal. Amal yang dilakukan dengan niat tulus karena Allah SWT akan bernilai tinggi dan membawa keberkahan, sedangkan tanpa keikhlasan, amal akan kehilangan makna.
Adapun istiqomah adalah sikap konsisten dalam menjalankan kebaikan secara terus-menerus. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Ramadan tidak hanya diukur dari ibadah selama sebulan, tetapi dari kemampuan menjaga amal tersebut setelah Ramadan berakhir.
“Dengan ilmu kita memahami, dengan iman kita menguatkan, dengan ikhlas amal kita diterima, dan dengan istiqomah kita menjaga keberlanjutan kebaikan,” ungkapnya di hadapan jamaah.
Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Idul Fitri sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, serta menjaga nilai-nilai Ramadan seperti kesabaran, kepedulian sosial, dan semangat berbagi dalam kehidupan sehari-hari.
Pelaksanaan sholat berlangsung dengan tertib dan lancar, mencerminkan kuatnya ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat Saniang Baka.
Usai pelaksanaan sholat, suasana hangat penuh kekeluargaan terlihat saat jamaah saling bersalaman dan bermaaf-maafan sebagai wujud mempererat tali silaturahmi.
Momentum Idul Fitri 1447 H ini diharapkan menjadi awal bagi masyarakat untuk terus meningkatkan kualitas iman dan amal, serta memperkuat persatuan dan kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.( Yef)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar