Solok, SumbarMaju.com — Gelaran Offroad Balanyah 2 tak hanya menghadirkan adrenalin di lintasan ekstrem, tetapi juga memicu peningkatan signifikan pada sektor ekonomi masyarakat. Di Nagari Saniang Baka, perputaran uang meningkat seiring membludaknya pengunjung yang memadati kawasan Landok, Jorong Balai Batingkah, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, Selasa, 24/3/2026.
Momentum ini dimanfaatkan maksimal oleh pelaku UMKM. Sejak pagi, lapak-lapak warga yang berjejer di sekitar arena dipadati pembeli.
Aneka dagangan mulai dari kuliner, minuman segar, hingga kebutuhan ringan ludes diserbu pengunjung yang datang dari berbagai daerah.
Lonjakan ini bukan sekadar ramai sesaat. Sejumlah pedagang bahkan mengaku dagangan mereka habis sebelum acara berakhir—sebuah kondisi yang jarang terjadi di hari biasa. Aktivitas ekonomi yang biasanya berjalan stagnan, mendadak bergerak cepat dalam hitungan jam.
“Biasanya tidak seramai ini. Sekarang pembeli terus berdatangan, alhamdulillah penghasilan kami meningkat drastis,” ujar salah seorang pedagang.
Fenomena ini menegaskan bahwa event olahraga seperti Balanyah 2 bukan hanya ajang hiburan dan adu nyali, tetapi juga mampu menjadi katalisator ekonomi rakyat secara langsung.
Dampaknya terasa nyata, terutama bagi pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghasilan harian dari keramaian seperti ini.
Di tengah geliat ekonomi tersebut, lintasan offroad tetap menyajikan tantangan ekstrem. Jalur berlumpur, tanjakan licin, hingga trek sempit di area persawahan menjadi ujian berat bagi para offroader. Dibutuhkan bukan hanya mesin tangguh, tetapi juga strategi dan kekompakan tim untuk menaklukkan medan.
Ketua Pelaksana Balanyah 2, Fikri, menegaskan bahwa sejak awal kegiatan ini memang dirancang agar memberi manfaat luas bagi masyarakat.
“Kita ingin Balanyah 2 tidak hanya menjadi ajang offroad semata, tetapi juga mampu menghidupkan ekonomi warga. UMKM harus ikut merasakan dampaknya,” tegasnya.
Ia menilai tingginya partisipasi masyarakat menjadi indikator kuat bahwa kegiatan ini sukses, tidak hanya dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga dari dampak sosial dan ekonomi yang ditimbulkan.
Tokoh masyarakat Saniang Baka, Atrizon S.Pd, turut mengapresiasi dampak positif yang ditimbulkan. Ia menilai kegiatan seperti ini mampu membuka ruang usaha sekaligus mengarahkan masyarakat, khususnya generasi muda, ke aktivitas yang lebih bermanfaat.
“Kegiatan seperti ini sangat positif. Selain menggerakkan ekonomi, juga menjadi wadah kegiatan yang sehat dan menghindarkan dari hal-hal negatif,” ungkapnya.
Sementara itu, tokoh pemerhati sosial sekaligus tokoh pendidik, Yefrimon S.Ag, menilai kegiatan offroad yang digagas pemuda-pemudi Saniang Baka juga memiliki nilai edukatif yang kuat, terutama dalam membentuk karakter peserta.
Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menguji keterampilan berkendara, tetapi juga melatih kekuatan mental, kepribadian, serta pengendalian emosi dalam menghadapi tantangan di lintasan.
“Dalam offroad, sejak start hingga finish, peserta dituntut mampu mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Di situlah pengendalian diri diuji—bagaimana membaca situasi, mengatur emosi, dan menentukan langkah untuk bisa mendahului lawan tanpa kehilangan kendali,” ujarnya.
Ia menambahkan, turnamen seperti ini menjadi sarana pembelajaran nyata, khususnya bagi generasi muda, dalam menghadapi tekanan dan situasi sulit.
Di sisi lain, Yefrimon juga menyoroti dampak ekonomi dari kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa setiap keramaian selalu membuka peluang terjadinya transaksi ekonomi yang menguntungkan masyarakat.
“Di mana ada keramaian, di situ ada perputaran ekonomi. UMKM bergerak, pedagang kecil dan menengah mendapatkan manfaat. Ini potensi besar yang harus terus didorong,” tegasnya.
Ia pun mendorong agar kegiatan serupa mendapat dukungan penuh dari pemerintah, baik di tingkat Nagari maupun Pemerintah Kabupaten Solok, khususnya melalui dinas pariwisata serta koperasi dan UMKM.
“Event seperti ini perlu disokong dan dikembangkan, karena dampaknya nyata—tidak hanya dari sisi olahraga, tetapi juga ekonomi dan pembinaan generasi muda,” pungkasnya.
Dengan geliat UMKM yang terus bertambah dan antusiasme pengunjung yang tinggi, Offroad Balanyah 2 kembali membuktikan bahwa sebuah event lokal mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang nyata—bukan sekadar tontonan, tetapi juga sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar.( Yef)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar