Agam Sumbar_20 unit koperasi desa merah putih sedang dibangun di Pasaman Barat, Kepala Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Pasaman Barat Agusli (dua dari kiri) saat meninjau pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Kasik Putih,
Nagari Sungai Aur, Kecamatan Sungai Aur beberapa waktu lalu.Sumbarmaju. com Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM. (Pembangunan koperasi desa merah putih).
Simpang Empat (Sumbarmajucom) Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat mencatat sebanyak 20 unit atau gerai Koperasi Desa Merah Putih sudah dalam tahap pembangunan dari 90 yang direncanakan di daerah itu.
"Dari 20 koperasi itu rata-rata pengerjaannya sudah mencapai 35 persen berdasarkan pemantauan kami di lapangan," kata Kepala Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Pasaman Barat Agusli di Simpang Empat, Selasa.
Menurutnya pengerjaan bangunan Koperasi Desa Merah Putih itu dikelola oleh TNI dalam rangka percepatan di lapangan.
Bangunan Koperasi Desa Merah Putih itu berukuran 20x 30 meter dengan luas lahan secara keseluruhan 20x50 meter.
"Lahan untuk bangunan itu disiapkan oleh pihak nagari (desa) sehingga pelaksana tinggal membangun saja," katanya.
Sedangkan koperasi desa merah putih yang telah mengajukan lahan dan terverifikasi sebanyak 29 unit, yang telah mengajukan lahan, namun sedang diverifikasi 24 unit dan yang belum memiliki lahan sebanyak 17 unit.
"Ada juga satu koperasi desa merah putih yang telah melakukan. Usaha di Ampek Koto Kecamatan Kinali berupa usaha sembako, apotik dan brilink," katanya.
Kepala Bidang Koperasi Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Pasaman Barat Binafrin Hadi menambahkan 90 koperasi desa merah putih telah berdiri di Pasaman Barat dan telah memiliki badan hukum.
"Mudah-mudahan bangunan koperasi itu segera dapat selesai sehingga bisa dimanfaatkan bagi koperasi dalam upaya meningkatkan ekonomi warga di nagari atau desa," katanya.
Pihaknya juga telah melakukan pelatihan bagi pengurus koperasi yang telah ada dalam upaya meningkatkan kemampuan sumber daya mereka.
Koperasi desa merah putih itu, katanya, nanti akan menjadi sentra usaha masyarakat di nagari atau desa dengan melakukan berbagai usaha seperti pertanian, perikanan dan peternakan.
"Usaha yang akan dikembangkan nanti di prioritaskan sesuai potensi yang ada di nagari atau desa itu sehingga warga dapat menikmatinya. Pendapatan warga akan meningkat," ujarnya. (Aprima Akbar)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar