Komitmen Bupati Benni Warlis Nyata, Pemkab Agam Perkuat Perlindungan Lansia dan Anak Terlantar**

Komitmen Bupati Benni Warlis Nyata, Pemkab Agam Perkuat Perlindungan Lansia dan Anak Terlantar**

Redaksi

Sumbarmaju.com_AGAM – Pemerintah Kabupaten Agam terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan perlindungan dan pelayanan sosial bagi masyarakat rentan. Di bawah kepemimpinan Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM, Dt. Tan Batuah, Pemkab Agam melalui Dinas Sosial menggelar kegiatan Bimbingan Sosial kepada Keluarga Lanjut Usia Terlantar dan Anak Terlantar di Mesjid At Taqwa, Mantuang, Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Selasa (12/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi itu dihadiri masyarakat dari Nagari Bukik Batabuah dan Nagari Koto Laweh. Antusiasme warga terlihat tinggi. Meski undangan hanya diperuntukkan bagi 30 peserta, jumlah masyarakat yang hadir melebihi kapasitas yang telah disiapkan panitia.


Program tersebut menjadi bukti nyata perhatian Pemerintah Kabupaten Agam terhadap kelompok masyarakat rentan, khususnya lanjut usia terlantar dan anak terlantar yang membutuhkan perhatian serta perlindungan sosial.


Acara dibuka langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, S.Sos., M.Si., serta dihadiri Camat  Canduang yang diwakili  Kasi Pemberdayaan Masyarakat Nagari, Asmel, S.IP., Kabid Rehabilitasi Sosial, pekerja sosial (Peksos), TKSK Kecamatan Candung,KSB kecamatan Candung  dan jajaran staf Dinas Sosial,

menghadirkan Narasumber dari  Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, Sayarni.S,Sos,M.M 


Dalam sambutannya, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program wajib pemerintah daerah dalam bidang sosial, sebagaimana amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2021 tentang Standar Pelayanan Minimal.


“Pemerintah Kabupaten Agam berkomitmen memastikan kelompok rentan seperti lanjut usia terlantar dan anak terlantar mendapatkan perlindungan, perhatian, serta pelayanan yang layak. Ini adalah bentuk hadirnya negara di tengah masyarakat,” ujar Villa Erdi.


Ia menjelaskan, lansia dan anak terlantar merupakan kelompok yang sangat rentan secara fisik, sosial, maupun emosional. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong penguatan peran keluarga sebagai garda terdepan dalam memberikan perlindungan dan kasih sayang.


Melalui kegiatan bimbingan sosial tersebut, peserta mendapatkan edukasi terkait hak-hak sosial, akses layanan kesehatan, bantuan sosial, hingga layanan rujukan ke panti sosial jika diperlukan. Selain itu, para peserta juga diberikan motivasi agar tetap menjaga keharmonisan keluarga dan kepedulian terhadap anggota keluarga yang rentan.


Pemerintah Kabupaten Agam sendiri selama ini telah menjalankan berbagai program sosial, di antaranya bantuan permakanan, bantuan sandang, alat bantu bagi lansia dan anak disabilitas, layanan pendidikan dan kesehatan dasar, hingga program rehabilitasi sosial.


Bagi lanjut usia terlantar yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, Pemkab Agam bekerja sama dengan PSTW Kasih Sayang Ibu di Batusangkar dan PSTW Sabai Nan Aluih di Sicincin. Sementara untuk anak terlantar, tersedia layanan rujukan ke sejumlah panti sosial anak di Sumatera Barat.


Keberhasilan pelaksanaan kegiatan tersebut juga tidak lepas dari dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Agam di bawah kepemimpinan Bupati Ir. H. Benni Warlis, MM, Dt. Tan Batuah yang terus mendorong penguatan program kesejahteraan sosial dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


Masyarakat yang hadir pun menyambut positif kegiatan itu. Banyak peserta berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena dinilai sangat membantu keluarga dalam memahami cara merawat lansia dan anak yang membutuhkan perhatian khusus.


Sebagai bentuk perhatian, panitia juga memberikan uang saku kepada seluruh peserta yang hadir.


Dengan kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Agam kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan sosial yang humanis, inklusif, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat kecil, sehingga tidak ada warga yang merasa ditinggalkan oleh negara.( Syafrianto)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar