SumbarMaju.com — Sarilamak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat — Pondok Pesantren Al-Qur’an Al Zamriyah di Nagari Simalanggang kembali menegaskan eksistensinya sebagai salah satu pusat pendidikan Al-Qur’an di Sumatera Barat. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Mustafa, saat menghadiri Haflah Akhirussanah ponpes tersebut, Jumat (23/05).
Kehadiran Kakanwil Kemenag Sumbar bersama rombongan disambut hangat oleh jajaran pimpinan pesantren, santri, wali santri, serta masyarakat sekitar. Turut hadir dalam kegiatan itu Plh. Kakan Kemenag Lima Puluh Kota, Irwan, Ketua Baznas Lima Puluh Kota, Kepala KUA Kecamatan Payakumbuh, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Plh. Kakan Kemenag Lima Puluh Kota, Irwan, menyampaikan apresiasi atas kiprah Ponpes Al Zamriyah dalam mencetak generasi Qurani yang unggul, tidak hanya dalam hafalan Al-Qur’an tetapi juga dalam pembentukan karakter dan akhlak.
Ia menegaskan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Kementerian Agama Kabupaten Lima Puluh Kota, lanjutnya, terus memberikan dukungan terhadap penguatan pendidikan pesantren di daerah.
Irwan juga menyampaikan bahwa saat ini DPRD, Pemerintah Daerah, dan Kemenag Lima Puluh Kota tengah memfinalisasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Pondok Pesantren sebagai bentuk pengakuan negara terhadap eksistensi pesantren.
Sementara itu, program Tahfidz Al-Qur’an di Lima Puluh Kota disebut telah melahirkan ribuan penghafal Al-Qur’an dalam beberapa tahun terakhir, dengan target setiap lulusan madrasah dan pesantren minimal hafal satu juz.
“Al Zamriyah menjadi salah satu lokomotif utama dalam mencetak hafidz dan hafidzah di daerah ini, sekaligus berkontribusi dalam prestasi MTQ tingkat Provinsi Sumatera Barat,” ujarnya.
Kakanwil Kemenag Sumbar, Mustafa, dalam kesempatan itu mengaku bangga atas perkembangan Ponpes Al Zamriyah yang dinilai mengalami kemajuan pesat dalam lima tahun terakhir, baik dari sisi sarana maupun mutu pendidikan.
Ia menyebut Al Zamriyah sebagai gudang penghafal Al-Qur’an yang secara konsisten melahirkan hafidz 30 juz setiap tahun melalui sistem pendidikan yang terukur dan terprogram dengan baik.
“Al Zamriyah saya yakini akan terus berkembang menjadi episentrum pendidikan Al-Qur’an di Sumatera Barat, bahkan berpeluang menjadi rujukan nasional dan internasional,” ungkapnya.
Mustafa juga berpesan kepada para wisudawan agar senantiasa menjaga kedekatan dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari persiapan menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
Pada kesempatan itu, ia juga menyinggung Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren sebagai bentuk pengakuan negara terhadap keberadaan dan peran strategis pesantren.
Sementara itu, Pimpinan Yayasan Pendidikan Al Zamriyah, Ihsan Nuzila, menyampaikan bahwa kegiatan wisuda tahfidz merupakan agenda rutin tahunan pesantren sebagai bentuk apresiasi terhadap capaian santri.
“Tahun ini sebanyak 67 santri mengikuti wisuda tahfidz, dengan 7 di antaranya berhasil menghafal 30 juz Al-Qur’an,” pungkasnya.( Yef)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar