AGAM, sumbarmaju.com - Ketua Daerah Radio Antar Penduduk Republik Indonesia (Ketuda-RAPI) Daerah Sumatera Barat, Hj Sita Tusti JZ03IP bersama H. Afrizul JZ03KH dan rombongan menghadiri dan mengikuti rangkaian peringatan Satu Abad Gempa Padang Panjang 1926.
Hj.Sita Tusti akrab dipanggil Bundo bersama anggota, kegiatan diawali dengan Tour de Patahan Sumatera, melihat dari dekat dan memberikan Edukasi kepada publik mengenai keberadaan Sesar Sumatera yang melintasi wilayah.
Rombongan Tour de Patahan Sumatera menyusuri titik patahan semangka Sianok dan Sumani, terus peletakan batu pertama tugu satu abad gempa Padang Panjang di Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM), Sabtu (27/6/2026) sore di Padang Panjang.
Ketuda RAPI Daerah Sumbar Sita Tusti saat bergabung dengan tim yang hadir mengikuti peringatan satu abad gempa Padang Panjang, merasa bangga dan bisa dapat berkumpul bersama banyak instansi terkait kebencanaan dan menyadarkan kita bahwa kita-kita semua berada di patahan gempa Sianok dan Sumani.
Kita harus bisa menyikapi dan berusaha untuk bisa bersahabat dengan bencana tersebut. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengenang sejarah sekaligus memperkuat budaya sadar bencana dan ketangguhan masyarakat.
Bencana tidak pernah memberi tahu kapan datangnya. Karena itu, kewaspadaan, edukasi mitigasi dan kesiapsiagaan menjadi kunci utama untuk menyelamatkan diri, demikian ditambahkan Bundo.
Adapun rute tour de Patahan Sumatera menuju Ngarai sianok, Koto Gadang, Sungai Landia Tabek Busuak dan berakhir di PDIKM Padang Panjang, peletakan batu pertama tugu peringatan 100 tahun Gempa Padang Panjang. (Yun.S)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar