Solok – RSUD Mohammad Natsir Kota Solok menghadirkan inovasi BARASIAH (Bapak Sigap Merawat Bayi Kecil di Rumah) untuk memperkuat peran ayah dalam perawatan bayi berat lahir rendah (BBLR).
Program yang telah berjalan beberapa tahun terakhir ini menjadi bagian dari penguatan layanan bayi kecil, baik selama di rumah sakit maupun setelah bayi dirawat di rumah.
Data menunjukkan jumlah bayi BBLR yang dirawat terus meningkat, dari 98 bayi pada 2023 menjadi 115 bayi pada 2024, dan kembali naik menjadi 122 bayi pada 2025. Kondisi ini menandakan perlunya intervensi berkelanjutan dalam penanganan bayi kecil.
Inovasi yang dipelopori Bidan Rini Haryati, S.Tr.Keb ini hadir menjawab masih rendahnya pemahaman keluarga terkait ASI eksklusif dan Metode Kanguru, serta minimnya keterlibatan ayah dalam perawatan bayi.
Direktur RSUD Mohammad Natsir Kota Solok, dr. Elvi Fitraneti, Sp.PD, FINASIM, mengatakan pada Selasa (7/7/2026), inovasi BARASIAH menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan bayi kecil melalui pendekatan keluarga.
Menurutnya, keterlibatan ayah sangat penting dalam mendukung keberhasilan perawatan bayi, terutama dalam pemberian ASI eksklusif, penerapan Metode Kanguru, serta pemantauan tumbuh kembang bayi di rumah.
Melalui program BARASIAH, ayah diberikan edukasi, pelatihan praktik langsung, hingga pendampingan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan di Ruang Perinatologi RSUD Mohammad Natsir, dilengkapi leaflet panduan serta grup WhatsApp sebagai media konsultasi selama masa perawatan.
Program ini bertujuan meningkatkan peran ayah dalam mendukung pemberian ASI, menjaga suhu tubuh bayi melalui Metode Kanguru, memantau tumbuh kembang, serta mengenali tanda bahaya sejak dini.
Selain meningkatkan kualitas perawatan bayi, BARASIAH juga membantu memperkuat peran keluarga, mengurangi beban ibu, serta menekan risiko komplikasi dan kematian pada bayi kecil di Kota Solok. (Dioni)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar