Oleh: Dr. H. Afrizen, S.Ag., M.Ag.Kepala Asrama Haji Kelas I Padang, Sumatera Barat. Selasa/7/7/2026.
Padang.SumbarMaju.com - Perjalanan hidup adalah rangkaian pertemuan dan perpisahan yang telah Allah SWT tetapkan.
Setiap tempat pengabdian mempertemukan manusia dengan orang-orang terbaik yang kemudian menjadi sahabat, saudara, bahkan keluarga dalam perjuangan. Kebersamaan itulah yang memberi warna, makna, dan kekuatan dalam menjalankan setiap amanah. Tidak ada pertemuan yang sia-sia, karena setiap insan yang Allah hadirkan selalu membawa pelajaran berharga dalam perjalanan kehidupan.
Mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menjadi pengalaman yang sangat berharga.
Rakernas bukan sekadar forum evaluasi penyelenggaraan ibadah haji atau penyusunan program kerja, melainkan wadah mempererat ukhuwah, bertukar pengalaman, membangun sinergi, dan menyatukan komitmen seluruh insan Kementerian Haji dan Umrah dari berbagai penjuru Indonesia.
Semangat yang tumbuh selama Rakernas memperlihatkan tekad yang sama, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu Allah dengan integritas, profesionalisme, dan keikhlasan.
Di sela-sela agenda Rakernas, terjalin komunikasi yang hangat, diskusi yang membangun, saling bertukar pengalaman, serta berbagi inspirasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan haji. Perbedaan daerah, budaya, maupun latar belakang justru menjadi kekuatan yang memperkaya wawasan dan mempererat persaudaraan.
Dari sinilah semakin dipahami bahwa keberhasilan sebuah institusi tidak hanya dibangun oleh regulasi dan sistem, tetapi juga oleh rasa saling percaya, kebersamaan, dan persahabatan yang tulus.
Ucapan terima kasih yang setulus-tulusnya patut disampaikan kepada seluruh rekan kerja di Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.
Kebersamaan yang terjalin selama ini bukan hanya hubungan profesional, tetapi telah tumbuh menjadi ikatan persaudaraan yang dibangun atas dasar keikhlasan, rasa saling menghormati, saling mendukung, dan bersama-sama mengemban amanah melayani tamu-tamu Allah.
Dalam Islam, persahabatan memiliki kedudukan yang sangat mulia. Persahabatan bukan hanya tentang kedekatan, tetapi tentang saling menguatkan dalam iman, saling menasihati dalam kebaikan, menjaga amanah, serta saling mendoakan.
Persahabatan yang dibangun karena Allah SWT akan tetap hidup meskipun dipisahkan oleh jarak, waktu, bahkan pergantian tugas dan jabatan.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Az-Zukhruf ayat 67:
"Teman-teman akrab pada hari itu sebagian menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa." Ayat ini mengajarkan bahwa persahabatan yang dibangun atas dasar ketakwaan merupakan persahabatan yang akan tetap kekal hingga kehidupan akhirat.
Allah SWT juga berfirman dalam Surah At-Taubah ayat 71 bahwa orang-orang mukmin adalah penolong bagi sesamanya. Mereka saling mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran.
Persahabatan yang demikian akan melahirkan kekuatan, persatuan, dan semangat untuk terus berbuat manfaat bagi umat serta menjadi cahaya bagi lingkungan sekitarnya.
Rasulullah ﷺ bersabda, "Seseorang itu mengikuti agama sahabat dekatnya. Maka hendaklah salah seorang di antara kalian memperhatikan dengan siapa ia bersahabat." (HR. Sunan Abu Dawud dan Jami' at-Tirmidzi).
Dalam hadis lain, Rasulullah ﷺ juga mengibaratkan teman yang baik seperti penjual minyak wangi yang selalu menghadirkan keharuman, sedangkan teman yang buruk seperti pandai besi yang dapat membawa pengaruh buruk. Hal ini menunjukkan betapa besar pengaruh persahabatan terhadap akhlak dan kehidupan seseorang.
Perjalanan pengabdian juga mengajarkan bahwa hidup bukanlah perlombaan untuk menjadi yang paling cepat.
Setiap orang memiliki jalan, perjuangan, dan waktu terbaik yang telah Allah SWT tetapkan. Cepat bukan berarti lebih mulia, lambat bukan berarti tertinggal. Yang menjadi ukuran di sisi Allah SWT adalah keikhlasan, ketakwaan, serta manfaat yang diberikan kepada sesama.
Pengabdian kepada bangsa dan negara, khususnya dalam melayani tamu-tamu Allah, merupakan amanah yang sangat mulia. Amanah tersebut hanya dapat dijalankan dengan hati yang ikhlas, integritas yang kuat, serta semangat kebersamaan. Ketika semua bekerja dengan niat ibadah, maka setiap langkah, setiap tenaga, bahkan setiap kelelahan akan bernilai pahala di sisi Allah SWT.
Perpisahan yang mungkin terjadi setelah sebuah pertemuan bukanlah akhir dari persahabatan.
Jabatan dapat berganti, tempat tugas dapat berubah, namun ukhuwah dan silaturahmi harus tetap terpelihara.
Kenangan indah selama Rakernas dan dalam menjalankan tugas di lingkungan Kementerian Haji dan Umrah akan selalu menjadi bagian dari perjalanan hidup yang penuh makna dan tidak akan pernah terlupakan.
Akhirnya, terima kasih disampaikan kepada seluruh keluarga besar Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia atas persaudaraan, kebersamaan, dan keteladanan yang telah diberikan. Salam hormat juga untuk seluruh keluarga di rumah yang selalu menjadi sumber doa dan kekuatan.
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan kesehatan, keberkahan, kemudahan dalam setiap amanah, mempererat ukhuwah di antara sesama, serta mempertemukan kembali dalam kesempatan yang penuh keberkahan. Karena sejatinya, ini bukanlah perpisahan, melainkan hanya jeda dalam perjalanan pengabdian.
Semoga Allah SWT mengumpulkan kembali dalam persaudaraan yang kekal di dunia dan di akhirat. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.( Yef)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar