Sumbarmaju. Com, Padang – Dunia pendidikan Sumatera Barat kembali menorehkan prestasi membanggakan. Kepala SMKN 4 Padang, Marnetti Yuniengsih, S.Pd., M.Pd., sukses meraih Juara 2 tingkat nasional pada ajang "Pelatihan Menulis 3000 Puisi untuk Guru" yang diselenggarakan Yayasan Rumah Indonesia Menulis bekerja sama dengan Agen SIP Publishing Surabaya.
Prestasi tersebut diraih melalui puisi berjudul "Sekolah di Ujung Serambi", sebuah karya yang lahir dari pengalaman dan perjalanan panjangnya sebagai pendidik selama hampir 18 tahun. Puisi itu dinobatkan sebagai salah satu karya terbaik nasional dan mengantarkan Marnetti menerima piagam penghargaan serta hadiah uang tunai.
Kepada awak media pada Senin (06/07/2026), Marnetti mengungkapkan bahwa puisi tersebut terinspirasi dari pengalaman pertamanya mengajar di sebuah sekolah di kaki Gunung Kerinci. Baginya, sekolah di pelosok menjadi tempat yang menempa karakter dan semangat pengabdian seorang guru.
"Menulis dan berpuisi sudah menjadi kebiasaan saya. Puisi adalah cara paling sederhana untuk menyampaikan curahan hati. Dengan diksi yang tepat, perasaan seorang guru bisa langsung menyentuh hati pembaca," ujarnya.
Perjalanan karier Marnetti dimulai sebagai guru honorer di beberapa daerah, termasuk Pasaman Barat. Setelah lulus CPNS, ia mendapat penempatan pertama di SMAN 6 Solok Selatan, kemudian mengabdi di SMKN 2 Padang, hingga kini dipercaya memimpin SMKN 4 Padang.
Menurutnya, guru tidak hanya bertugas mengajar, tetapi juga memiliki tanggung jawab merawat budaya literasi dengan menuliskan pengalaman dan nilai-nilai perjuangan di dunia pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat turut mengapresiasi prestasi tersebut. Ia menilai keberhasilan Marnetti menjadi bukti bahwa kepala sekolah di Sumatera Barat tidak hanya unggul dalam memimpin satuan pendidikan, tetapi juga mampu melahirkan karya literasi yang menginspirasi di tingkat nasional.
Prestasi ini semakin mengukuhkan SMKN 4 Padang sebagai sekolah yang berprestasi, sekaligus menjadi motivasi bagi para guru untuk terus berkarya. Dari ruang kelas hingga lembaran puisi, semangat pengabdian seorang guru mampu mengharumkan nama Sumatera Barat di tingkat nasional. (A.R)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar